MalangPost | Angka Stunting di Puskesmas Kendalsari Tinggi

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Angka Stunting di Puskesmas Kendalsari Tinggi

Selasa, 14 Jan 2020, Dibaca : 1026 Kali

MALANG – Wali Kota Malang Sutiaji kembali berkeliling wilayah dengan sepeda motor. Selasa (14/1) , giliran wilayah Kecamatan Lowokwaru yang di kelilingi Sutiaji sambil bersepeda motor. Berbagai layanan masyarakat dipantaunya. Mulai layanan kecamatan, kelurahan sampai Puskesmas. Bahkan, Sutiaji menyoroti masih tingginya angka stunting di Puskesmas Kendalsari.
Sutiaji menengok layanan Puskesmas Kendalsari yang memiliki ruang rawat inap tersebut. Terpotret dalam satu hari rata rata menerima 120 permohonan layanan.
"Ini termasuk tinggi tingkat layanannya. Sayangnya tadi saat saya konfirm, dokter umumnya hanya dua orang. Kebutuhannya paling tidak lima dokter umum,” terang Sutiaji.

   Baca juga : Wali Kota: ASN Jangan Mengeluh Soal Mutasi


Menurutnya, penjelasan dari Kepala Puskesmas, sudah memiliki empat dokter umum. Karena yang dua mengajukan cuti diluar tanggungan negara dan sedang mengikuti pendidikan, sehingga kini tinggal memiliki dua dokter umum.
Puskesmas itu melayani warga dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Lowokwaru, Kelurahan Tulusrejo dan Kelurahan Jatimulyo, Puskesmas Kendalsari juga telah didukung layanan kegawatdaruratan. Satu hal yang juga sempat dikritisi Walikota Sutiaji terkait angka stunting yang termonitor di wilayah kerja Puskesmas Kendalsari yang dinilai masih tinggi, kisaran angka 23 - 30 kasus stunting yang terjadi pada Balita.
 "Kepala Puskesmas menginformasikan sedikit ada keraguan, tetap saya minta verifikasi kembali datanya dan harus terkonek juga ke data wilayah. Harus absolut datanya, karena kita juga lagi menangani masalah stunting, “ ungkapnya.
Agenda lain, Sutiaji menyapa para ketua RW Kelurahan Tulusrejo. Didampingi Lurah Tulusrejo, Nina Sudiarty, Wali kota mendapatkan informasi bahwa satu satunya kelurahan yang memiliki alat monitor perubahan cuaca dan dikelola oleh komunitas RW adalah Kelurahan Tulusrejo. Alat yang dinamakan dengan Automatic Range Change, juga menjadi andalan kelurahan ini sebagai Kelurahan Tangguh Bencana. Karena itu sering dijadikan jujugan kunjungan tamu studi banding. Kepada jajaran Ketua RW Tulusrejo, Sutiaji juga meminta kesanggupan salah satu RW untuk menjadi pilot proyek Gerakan Seribu Rupiah (Gerbu) di tingkat wilayah. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : fFrancisca Angelina