Angin Kencang, Atap Rumah Warga Terbang | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 1836 , udi, ira

MALANG – Angin kencang yang berhembus Minggu (29/9) siang membawa bencana. Atap rumah milik Yanti, 40 tahun, Warga Dusun Dawuhan, Desa Tegangondo, Kecamatan Karangploso terbang. Ironisnya, atap yang terbuat dari seng ini menyangkut di kabel listrik. Kejadian tersebut membuat warga setempat heboh. Mereka yang biasanya sigap menolong, memilih diam, dan melapor ke Polsek Karangploso, karena mereka khawatir tersengat aliran listri.
Kepanikan warga ini baru mereda setelah anggota BPBD Kota Batu dan petugas PLN datang. Lembaran seng yang sangat besar itupun langsung diambil. ”Sekarang sudah aman. Seng sudah diambil. Tadi panik, karena warga khawatir tersengat arus listrik,’’ kata Kapolsek Karangploso, AKP Effendy Budi Wibowo SE.
Dia mengatakan, selama seng menyangkut kabel listrik mengakibatkan arus listrik di Dusun Dawuhan terputus, dan kembali normal pukul 17.30. Effendy menguraikan, terbangnya atap seng ini berawal dari angin berhembus kencang.
Semula atap tersebut masih aman dan menancap pada tiang peyangga. Tapi karena terus menerus tertiup angin kencang, penyangga atap pun  lepas, dan seng langsung terbang. ”Beberapa saksi melihat seng terbang, kemudian jatuh di atas kabel listrik. Setelah itu arus listrik padam,’’ tambah Effendy.
Sementara itu Camat Karangploso, Dyah Ekawati Nicotiana W., SH., M.Si. membenarkan kejadian tersebut. Dyah bersyukur, karena kejadian ini tidak berdampak pada korban jiwa.
”Bukan angin puting beliung. Cuma tadi angin berhembus kencang, menerbangkan atap rumah warga, Sekarang sudah ditangani dan sudah aman,’’ katanya.
Dyah mengatakan, kejadian ini memang sempat heboh. Itu karena banyak informasi menyebutkan ada angin puting beliung. Sedangkan kenyataannya tidak demikian. ”Heboh karena seng yang menjadi atap rumah warga itu menyangkut di atas kabel listrik. Warga was-was, takut kalau kesetrum. Tapi sekali lagi, bukan angin puting beliung. Kami sudah melakukan penanganan,’’ ujar Dyah.
Wanita berkacamata minus ini menyebutkan, untuk mengambil seng, pihaknya meminta bantuan BPBD Kota Batu, lantaran tempatnya lebih dekat. “Kami juga sudah membuat laporan ke PMI dan BPBD Kabupaten Malang. Sekarang aliran listrik disini juga sudah menyala,’’ tandasnya. (ira/udi)



Senin, 16 Des 2019

Gondanglegi Kena Trase Tol

Loading...