Anak Bandar Ibu Pengedar | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 10 Sep 2019, dibaca : 2253 , halim, fino

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander saat menggali keterangan dari tersangka narkoba.

MALANG – Ulah ibu berinisial SIA, 62, warga Jalan KH Malik Dalam Kelurahan Buring Kota Malang sungguh di luar akal sehat. Dia memiliki anak berinisial ZA yang kini mendekam di Lapas Madiun karena menjadi bandar narkoba. Bukannya menasehati si anak untuk berhenti dan bertobat, si ibu ini malah ikut-ikutan menjalankan bisnis narkoba.
ZA menjadi bandar, sementara SIA menjadi pengedar.
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengungkapkan, penangkapan terhadap SIA, berawal dari perburuan polisi terhadap V, diduga kurir ibu-ibu ini dalam mengedarkan narkotika. Saat menangkap tersangka V, petugas menemukan sabu-sabu seberat 92,35 gram.
Selain itu, ada pula 115 ribu butir pil dobel L. “Perannya, si ibu ini adalah pengedar, dan bagian yang packing narkotika. Barang didapatkan dari anaknya sedang menjalani hukuman karena kasus narkoba di Lapas Madiun. Sementara, kuda (kurir) dari jaringan ini, berinisial V,  yang kami tangkap pertama kali,” ujar Dony kepada wartawan dalam rilis di Polres Makota, Senin siang.
Untuk menjalankan aksinya, modus tersangka SIA maupun V adalah memakai sistem ranjau. Setelah ada orang yang memesan kepada ZA, pesanan ini disampaikan kepada SIA. Setelah itu, SIA membungkus narkoba sesuai pesanan, dan menyerahkannya kepada V. Sebagai kurir, V yang mendatangi lokasi tempat transaksi.
“Mereka tidak bertemu langsung dengan konsumennya. V yang menjadi kuda, menyerahkan barang kepada konsumennya dengan sistem tempel, atau dikenal di sini sebagai sistem ranjau,” ujar Dony. Saat ini, Satresnarkoba Polres Malang Kota sedang berkoordinasi dengan Lapas Madiun, untuk kembali membekuk ZA.
Bandar narkoba ini akan diseret ke Polres Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan, dikenakan berkas split, dan bisa jadi bakal mendapatkan tambahan masa hukuman. Ungkap kasus narkotika ibu dan anak ini, merupakan bagian dari operasi narkotika yang digelar Polres Malang Kota dan jajaran lima polsek sejak 28 Agustus sampai 9 September 2019.
Ada 22 kasus yang diungkap, dengan 23 tersangka yang ditangkap. Barang bukti yang diamankan, total adalah 156,23 gram sabu, 49,63 gram ganja kering, 13 butir ekstasi, serta pil koplo sejumlah 195 ribu butir. Menurut salah satu tersangka, D, dia menjual pil dobel L kepada pengguna, dengan rentang usia 20 sampai 35 tahun.
Dia mengaku mendapatkan komisi sampai Rp 3 juta, untuk keberhasilannya menjual begitu banyak pil dobel L. Satu botol berisi 1.000 dobel L, dihargai Rp 700 ribu. “Pengungkapan ini, menyelamatkan ribuan generasi muda Kota Malang dari bahaya narkoba. Tapi, kami tak berhenti sampai di sini, karena masih ada yang harus kami kejar, para DPO yang menyuplai barang-barang ini,” tutup Dony.(fin/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Pengedar Sabu-sabu Diringkus

Kamis, 05 Des 2019

Polisi Gagalkan Pesta Sabu-sabu

Loading...