Ambil Dana Darurat Pasang Penyangga Jembatan Muharto

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Selasa, 08 Okt 2019, dibaca : 783 , aim, amanda

MALANG – Kondisi konstruksi jembatan Muharto, Kota Malang sangat mengkhawatirkan. Anggota Komisi C DPRD Kota Malang mendesak Pemkot Malang untuk segera melakukan perbaikan awal, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat sudah ada retakan karena pondasi turun dan kondisi fisik menyisakan 40 persen.
Selasa (8/10) , Komisi C DPRD Kota Malang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang meninjau Jembatan Muharto. Mereka melakukan pengecekan di beberapa titik jembatan yang kondisinya cukup memprihatinkan.
Salah satunya, di bagian tengah jembatan yang kondisinya cukup parah, yakni mengalami keretakan. Bahkan, di bagian pinggir jembatan ada yang berlubang. Dalam tinjauan tersebut, pihak Komisi C dan DPUPR Kota Malang melakukan identifikasi dan menemukan beberapa opsi untuk upaya perbaikan jembatan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Fathol Arifin mengungkapkan, pihaknya mendesak agar ada tindakan perbaikan yang dilakukan segera. Salah satunya, yakni dengan melakukan penyanggaa jembatan dengan alat berat.
"Ini secepatnya harus dilakukan perbaikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melakukan penyanggahan dulu.  Walau tidak menambah kekuatan, minimal bisa menambah umur kekuatan jembatannya," kata Fathol kepada Malang Post.
Politisi PKB ini menguraikan, terkait penyangga jembatan yang akan dipasang nanti akan dilakukan kajian terlebih dahulu dengan tim forensik dari Universitas Brawijaya (UB).  Pemasangan penyangga jembatan tersebut akan dilakukan di bagian barat jembatan dengan target dua minggu. Anggaran yang digunakan sebesar Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar dari anggaran darurat APBD Kota Malang.
"Ini kami lakukan sambil menunggu perbaikan total, kemungkinan tahun 2020 atau 2021 nanti untuk perbaikan menyeluruh," jelas dia.
Fathol juga menegaskan, kendaraan berat yang lebih dari 3 ton dilarang keras melintas. Hal tersebut dilakukan untuk ketahanan jembatan. "Kami larang masuk sampai ada perbaikan total," tegas dia.
Selain dilakukan penyangga jembatan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemasangan Jembatan Bailey yang rencananya meminjam ke pusat. Pemasangannya akan lebih cepat. "Opsi kedua ini ketika benar-benar darurat. Saat ini, kami fokus untuk pembangunan penyangga jembatan dulu," tegas dia.
Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso menguraikan, saat ini, selain membatasi tonasi berat yang melintas di kawasan tersebut, pihaknya juga berupaya untuk mengajukan anggaran untuk pergantian jembatan. "Jadi, bukan hanya perbaikan, tapi penggantian jembatan," ujar pria berkacamata itu.
Saat ini, jembatan tersebut terbuat dari komposit, yakni gabungan antara baja dan beton.  Untuk pergantian kontruksinya  akan diganti dengan jembatan bahan beton. "Terkait anggaran, nanti kita cek dulu Detail Engineering Design (DED)," jelas dia, saat mendampingi Komisi C DPRD Kota Malang meninjau jembatan Muharto, Selasa pagi.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Soni itu menjelaskan, jika menurut mekanisme anggaran, baru tahun 2021 bisa dilakukan pembangunan. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dari Komisi C DPRD Kota Malang untuk mempercepat pembangunan. "Kami sudah minta bantuan ke pusat, tinggal tunggu jawabannya," tandas dia.(tea/aim)



Loading...