Alumni SMK Retas Situs Kemendagri | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Alumni SMK Retas Situs Kemendagri

Kamis, 03 Okt 2019,

WARGA PANDAAN: Pelaku saat ditangkap Tim Cyber Crime, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri


PASURUAN – Terduga peretas situs milik Kemendagri, ternyata warga Pandaan Kabupaten Pasuruan. Terduga pelaku adalah ABS, 21. Dia pun ditangkap Tim Cyber Crime, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Selasa (24/9) pekan lalu.
Warga Dusun Klampok Desa Sumbergedang Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, itu diamankan di rumahnya, pukul 22.00. Dari rumah ABS, Tim Cyber Crime mengamankan sejumlah barang bukti penting. Antara lain, satu buah laptop, satu buah HP, dan KTP. Juga satu buah perangkat modem beserta router wifi.
Kapolsek Pandaan AKP Jaka Winarno menyebut, Tim Cyber Crime yang menangkap pelaku merupakan tim dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Selama penangkapan, Tim Cyber Crime didampingi Unit Reskrim Polsek Pandaan dan Satreskrim Polres Pasuruan.
“ABS diamankan Tim Cyber Crime Bareskrim Polri sepekan lalu di rumahnya. Anggota kami ikut mendampingi saat penangkapan,” ujar Kapolsek.
Kapolsek mengatakan, ABS ditangkap karena diduga telah meretas situs resmi milik Kemendagri RI. Yaitu, www.kemendagri.go.id. Menurutnya, ABS telah mengubah tampilan situs Kemendagri RI pada 22 September. Saat itu, situs resmi Kemendagri memang diserang hacker. Akibatnya, saat itu situs Kemendagri tidak bisa diakses.
Selain itu, tampilan situs juga berubah. Tampilan normal situs, tidak bisa dilihat. Kemudian situs menampilkan tulisan dan gambar lain. Karena serangan hacker itu, petugas kepolisian pun memburu terduga pelakunya. Hingga kemudian didapat nama “security 007” sebagai nickname pelaku ABS.
Tidak hanya meretas situs resmi Kemendagri. ABS menurut Kapolsek, juga telah meretas 600 situs lain selama beberapa tahun terakhir. Baik itu situs di dalam negeri, maupun di luar negeri. Selama itu pula, dia menggunakan nickname “security 007.”
Namun, belum jelas apa motif pelaku meretas situs resmi Kemendagri. “Apa motif ABS meretas situs Kemendagri RI, secara persis kami kurang tahu. Entah ngetes kemampuan IT-nya atau bisa saja karena hal lain,” jelasnya.
Saat ini semua kasusnya, menurut Kapolsek, ditangani Bareskrim Mabes Polri. Pihaknya hanya mendampingi saat Tim Cyber Crime menangkap pelaku. “Untuk kasusnya, yang menangani Bareskrim Mabes Polri. Yang pasti pelaku ABS melanggar dan dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pasal dan ayat berapa, penyidik yang tahu secara persis,” tuturnya.
Kapolsek Pandaan pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam pemakaian, pemanfaatan, dan penggunaan informasi dan transaksi elektronik. “Jangan sampai salah penggunaan. Apalagi untuk meretas, sehingga melanggar hukum dan dapat diproses,” bebernya.
Lulusan SMK, Mahir Komputer
Sementara itu, ABS sendiri adalah alumni sebuah SMK, jurusan mesin. Namun, dia dikenal mahir komputer. Seorang kerabat ABS yang enggan disebut namanya mengatakan, ABS adalah sosok pendiam. Dia lebih suka di rumah daripada bermain.
Setelah lulus SMK, ABS sempat bekerja di sebuah pabrik. Namun, kemudian dia mengundurkan diri. ABS lantas lebih fokus pada komputer. Adapun perbuatannya meretas situs resmi Kemendagri, menurutnya bukan didasari maksud khusus. ABS hanya bertujuan mengetes kemampuannya. Bukan untuk memanfaatkan situs Kemendagri untuk hal negatif.(rdb/lim)

Editor : halim
Penulis : rdb

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...