MalangPost | Alokasi Anggaran Penanganan Virus Corona, Pemkab Terbesar, Pemkot Malang Terkecil

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Alokasi Anggaran Penanganan Virus Corona, Pemkab Terbesar, Pemkot Malang Terkecil

Rabu, 25 Mar 2020, Dibaca : 1428 Kali

MALANG - Pemda di Malang Raya gelontor anggaran penanganan virus Corona. Jika ditotal, jumlah dananya sebesar Rp 24, 55 Miliar yang dialokasikan tiga pemda di Malang Raya.  
Jumlah tersebut belum termasuk swadaya warga melalui berbagai kegiatan pencegahan.


Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto menjelaskan alokasi anggaran penanganan Corona bersumber dari  APBD Kota Malang tahun 2020. "Kita menggunakan anggaran belanja tidak terduga senilai Rp 2,15 Miliar dari APBD. Selain itu dari Dana Insentif Khusus (DIK) Kesehatan sebesar Rp 400 juta untuk menangani Covid-19," jelasnya.
Melihat kondisi sekarang, Pemkot Malang merasa masih membutuhkan tambahan anggaran. Karena itulah merencanakan segera mengajukan bantuan anggaran ke pemerintah pusat.


Pasalnya Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji sedang menjajaki agar RSUD Kota Malang dijadikan salah satu rumah sakit penanganan Covid-19. “Untuk menjadikan RSUD rujukan  butuh anggaran sekitar Rp 15 Miliar,” jelas Widianto.
Hal ini penting pasalnya Kota Malang sudah ditetapkan sebagai salah satu zona  merah di Jatim dalam kasus virus Corona.  “Kementerian Keuangan juga meminta kepada daerah untuk segera melaporkan biaya penanganan secara berkala. Kami lihat pemerintah pusat tidak akan lepas untuk membantu daerah menanggulangi Covid-19 ini," tandas Wiwid, sapaan akrab  Nur Widianto.


Selain itu, Pemkot Malang juga  menggencarkan kerjasama dengan perusahaan swasta dan berbagai komunitas serta lembaga dalam mencegah penyebaran virus Corona. Di antaranya bantuan dropping hand sanitizer dan masker.
Salah satu contoh dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang. Yakni penyemprotan disinfektan menggunakan drone bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di sejumlah lokasi.
"Penyemprotan menggunakan drone ini juga kerjasama dengan kampus dan komunitas. Untuk mengoptimalkan penyemprotan disinfektan di seluruh wilayah Kota Malang," terangnya.
Selain di kawasan Ijen, penyemprotan dilakukan di koridor Kayutangan, Kampung Biru Arema, Kampung Warna-Warni, Kampung Tridi hingga kawasan Sawojajar.

 

Pemkab Malang Pengadaan APD
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupateb Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, mengatakan, anggaran yang disediakan Rp 15 M. "Total anggaran yang disiapkan itu untuk sementara. Jika kurang, nanti kami akan berkoordinasi,” katanya.


Kepala Dinkes Kabupaten Malang ini mengatakan, anggaran penanganan Covid -19 digunakan untuk beberapa keperluan. Di antaranya pembelian  Alat Pelindung Diri  (APD), pengadaan alat semprot disinfektan dan disinfektan.
Mantan Direktur RSUD Lawang itu mengaku tidak hafal anggaran yang sudah digunakan. "Kami sedang proses pembelian APD, juga sprayer dan disinfektan,” tambahnya.


Sementara untuk APD, Arbani mengatakan pihaknya memang kekurangan. Sebelum Covid- 19 merebak, tersedia sekitar 800 paket. Beberapa waktu lalu, APD telah dibagikan, baik ke rumah sakit yang menangani virus Corona maupun Puskesmas.
"Sekarang di tempat kami jumlah persediaan APD sudah kurang dari 100 paket. Makanya saat ini sedang proses pengadaan, semoga tidak ada kendala dan barangnya ada,"  kata  Arbani.  
Upaya lain, dalam waktu dekat mendirikan save house untuk Orang Dalam Pantauan (ODP). "Bukan yang PDP, tapi ODP. Mereka juga butuh save house sebagai tempat untuk karantina. Sehingga saat ada yang positif, virus tidak menyebar," tambahnya.


 
Kota Batu Bahas Pergeseran Anggaran
Pemkot Batu siapkan anggaran penanganan virus Corona sekitar Rp 7 miliar. Anggaran tersebut diambil dari DAK fisik, non fisik, dan cukai sebesar  Rp 2,5 miliar. Selain itu anggaran penyediaan logistik penyemprotan seperti cairan disinfektan dan lainnya sekitar Rp 4,5 miliar dari APBD Kota Batu.


Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Batu, Ir Punjul Santoso MM bahwa berbagai upaya dilakukan Pemkot Batu. Termasuk penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Untuk penanganan pandemi  Covid-19 Bu Wali (Wali Kota Batu) telah meminta agar dilakukan penganggaran. Tak hanya melalui DAK dan kebencanaan, tapi juga tiap organisasi perangkat daerah (OPD)," jelas Punjul.
Warga yang terdampak atau positif Covid-19 akan dibiayai perawatan hingga selesai dengan total alokasi anggaran Rp 2,5 M. Caranya pasien cukup melakukan klaim terkait perawatan.


Punjul yang juga Wakil Ketua Gugus Tugas Penanggulan Bencana Non Alam dan Penanganan Covid-19 ini menambahkan, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko juga menginstruksikan tiap OPD melakukan pergeseran anggaran.
"Besok (hari ini,red) untuk pergeseran anggaran dari tiap OPD akan dirapatkan. Saya akan sampaikan bagi pekerja lapangan seperti tenaga medis dan BPBD yang turun melakukan penyemprotan disinfektan setiap hari setidaknya ada insentif," imbuhnya.
Sementara untuk Kota Batu hingga tanggal 25 Maret pukul 15.00 WIB telah tercatat 389 Orang Dengan Risiko (ODR), 54 Orang Dalam Pantauan (ODP). Jumlah tersebut tersebar di tiga Kecamatan Kota Batu.

 

Satu PDP Kota Malang Positif Covid-19
Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kota Malang dinyatakan positif Covid-19.
Ia sebelumnya sudah dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) dalam ruang isolasi untuk menunggu hasil uji lab. Hasil lab diketahui PDP yang tak disebutkan identitasnya itu terpapar Corona.
Hal ini dibenarkan Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto . “Ini bukan pasien baru, dia posisinya sudah di RSSA. Kemudian statusnya naik per 25 Maret karena hasil lab sudah keluar,” jelas Nur  Widianto saat dikonfirmasi Malang Post.


Dia  mengatakan pasien positif Corona ini tidak memiliki hubungan keluarga dengan pasien positif asal Kota Malang sebelumnya.  Warga diimbau agar tidak panik dan selalu menjaga kesehatan. Ia mengajak warga tetap di rumah jika tidak ada kepentingan di luar rumah sesuai imbauan Wali Kota Malang.
Hal ini juga dibenarkan Humas Satgas Covid-19 Kota Malang, dr Husnul Muarif saat dikonfirmasi.  “Asalnya dari Kota Malang, bukan dari luar daerah lalu dirawat di RSSA,” tegas Husnul sembari menjelaskan asal pasien positif ini berasal dari wilayah  Kota Malang.


Dengan demikian, pasien positif Covid-19 di Kota Malang tercatat dua orang. Satu orang, yakni mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan Sabtu (21/3) lalu. Satu lagi sekarang sedang dirawat. Husnul belum tahu pasti riwayat perjalanan pasien tersebut.
Sementara itu data terkini tercatat 119 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Malang. Terdiri dari 71 orang warga Kota Malang dan 48 d iantaranya tenaga kesehatan di rumah sakit.  (ica/tea/ira/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi