Aktivis Terkemuka Irak Ditembak Mati | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 09 Des 2019,

BAGHDAD - Seorang aktivis terkemuka di Irak ditembak mati oleh seorang pria bersenjata usai mengikuti unjuk rasa antipemerintah. Pelaku penembakan berhasil melarikan diri usai beraksi.
Seperti dilansir AFP, Senin (9/12/2019), aktivis bernama Fahem al-Tai (53) ini diketahui aktif terlibat dalam unjuk rasa antipemerintah yang digelar di Irak selama beberapa pekan terakhir, untuk memprotes korupsi dan ketidakmampuan pemerintah Irak yang dinilai terlalu bergantung pada Iran.
Insiden penembakan ini terjadi pada Minggu (8/12) waktu setempat, saat Al-Tai baru tiba di dekat rumahnya usai diantar oleh dua rekannya sesama aktivis dengan sepeda motor, setelah ikut unjuk rasa antipemerintah. Diketahui bahwa Al-Tai tinggal di kota Karbala.
"Area itu dekat dengan kuil, kantor polisi, kantor pemerintah provinsi -- itu merupakan area yang sangat aman," ujar salah satu tetangga Al-Tai yang enggan disebut namanya. "Dia (Al-Tai) sedang bersama dua temannya saat dia dibunuh," imbuh si tetangga kepada AFP.
Rekaman CCTV di ruas jalanan dekat lokasi penembakan yang dilihat AFP menunjukkan momen saat Al-Tai turun dari sepeda motor di dekat rumahnya dan sebuah sepeda motor lainnya yang ditumpangi dua pria tak dikenal, mendekatinya.
Salah satu dari pria tak dikenal itu kemudian tampak melepas tembakan ke arah Al-Tai sebanyak dua kali. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pistol yang digunakan pelaku dipasangi peredam. Momen selanjutnya menunjukkan Al-Tai ambruk ke tanah dan pelaku melarikan diri. Menurut kerabat Al-Tai yang enggan disebut namanya, kedua pelaku sempat mengejar dua rekan Al-Tai yang mengendarai sepeda motor. Ada juga sebuah mobil putih yang mengejar dua rekan Al-Tai. Salah satu dari mereka ditembak di punggung, namun berhasil selamat.
Unjuk rasa antipemerintah terus berlanjut di Irak meskipun beberapa waktu lalu Perdana Menteri (PM) Irak, Adel Abdul Mahdi, menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya. Para demonstran terus melanjutkan aksinya untuk memprotes korupsi pemerintah dan mengeluhkan buruknya layanan publik serta tingginya angka pengangguran. Demonstran juga mengecam semakin meningkatnya pengaruh Iran dalam urusan dalam negeri Irak.
Lebih dari 450 orang tewas dan sekitar 20 ribu orang lainnya luka-luka dalam unjuk rasa antipemerintah yang digelar sejak 1 Oktober lalu. Dalam beberapa kasus, sejumlah aktivis setempat ditembak mati oleh pelaku misterius, atau diculik dan kemudian ditemukan tewas.
Dalam beberapa pekan terakhir, para demonstran antipemerintah mengeluhkan bahwa mereka diawasi, diancam dan dilecehkan dalam kampanye intimidasi yang bertujuan menjauhkan mereka dari unjuk rasa. Al-Tai diketahui secara publik mengkritik upaya intimidasi terhadap para demonstran. (dtc/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : dtc





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...