MalangPost - Aktivis Arek Kepanjen Galang Tanda Tangan Warga

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Aktivis Arek Kepanjen Galang Tanda Tangan Warga

Selasa, 10 Des 2019, Dibaca : 1887 Kali

MALANG - Puluhan aktivis, alumni SMPN 4 Kepanjen dan organisasi yang tergabung dalam komunitas Arek Kepanjen (AK), menggelar aksi damai, di depan SMPN 4 Kepanjen, Selasa (10/12). Aksi yang digalang ini bentuk keprihatinan mereka dengan kejadian pencabulan yang dilakukan oknum GTT pada 18 siswa yang terjadi di sekolah ini.
Aksi damai dilakukan dengan jalan kaki dari Jalan Efendi Kepanjen menuju ke sekolah di Jalan Kawi. Sepanjang perjalanan sekitar satu kilometer, mereka membentangkan banner berukuran 10 x 2 meter bertuliskan Save SMPN 4 Kepanjen. Banner tersebut untuk menggalang tanda tangan masyarakat.
Praktis aksi ini mengundang banyak masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. Beberapa di antaranya bahkan berhenti, hanya sekadar membubuhkan tanda tangan. Ketua Organisasi Arek Kepanjen (AK) Dian Arif Cahyono mengatakan, kegiatan ini merupakan solidaritas atas adanya musibah yang telah mencoreng citra pendidikan.
Melalui aksi ini, mereka menuntut untuk mengusut tuntas kasus pencabulan yang terjadi di SMPN 4 Kepanjen. Stop bullying pada korban pencabulan. Serta jangan sampai terjadi lagi insiden yang dapat mencoreng lembaga pendidikan di Kabupaten Malang.
"Kasus pencabulan tersebut menurut kami merupakan sebuah musibah. Semua menjadi korban. Baik kepala sekolah, guru, keluarga korban, ataupun semua siswa SMPN 4 Kepanjen. Termasuk juga warga Kepanjen juga menjadi korban," ungkap Dian Arif Cahyono.
Dikatakan Kiko, sapaan akrabnya, Arek Kepanjen menggelar aksi damai ini, untuk memberi dukungan kepada pihak sekolah. Harapannya sekolah bisa memberikan pendampingan secara periodik terhadap siswa yang menjadi korban.
"Kami mendorong sekolah untuk menentukan sikap dalam memberi pendamping pada korban pencabulan. Untuk proses hukum kami menyerahkan kepada pihak kepolisian," tegasnya.
Selama aksi berlangsung mendapat pengamanan puluhan personel dari Polres Malang. Petugas sudah berjaga di sekitar lokasi, beberapa jam sebelum aksi berlangsung.  "Ada sekitar 90 personel yang kami siagakan untuk mengamankan aksi damai ini. Pengamanan kami lakukan supaya aksi berlangsung lancar, aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas," ucap Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono.
Sebelumnya, Chusnul Huda, mantan guru tidak tetap (GTT) di SMPN 4 Kepanjen, telah mencoreng lembaga pendidikan. Warga Desa Kedungpedaringan Kecamatan Kepanjen ini, telah berbuat tidak senonoh kepada belasa siswanya.
Perbuatannya dilakukan sejak Agustus 2017 sampai Oktober 2019. Kasusnya baru terbongkar sepekan lalu. Akibat kejadian itu, Chusnul Huda selain dipecat dari sekolah, juga harus meringkuk di rutan Mapolres Malang.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : Agung