Aktif Menulis, Siswa SMA Islam Sabilillah Terbitkan 20 Buku | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Siswa-siswi SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School membuktikan diri mereka sebagai pelajar yang kreatif dan berpikir kritis. Belasan karya tulis mereka berupa cerpen, puisi dan lainnya banyak yang sudah diterbitkan berupa buku-buku non fiksi yang bisa dibaca banyak orang.
Setidaknya ada 20 buah buku yang rencananya akan dilaunching dalam waktu dekat. Sebanyak 16 buku karya individu, sisanya adalah hasil kolektif.  Menjadi kebanggan dirasakan Afdhal Iftikhar Haykal, salah satu siswa yang sukses menerbitkan karyanya berupa buku. Ia berhasil menghimpun beberapa karya tulisnya dalam bentuk kumpulan puisi.
"Buku saya sudah ada yang dikirimkan ke sekolah saya saat SMP," ucapnya dengan bangga.
Kepada Malang Post, Haykal panggilannya mengatakan, menulis merupakan hobinya sejak dulu. Saat merasa jenuh atau sumpek, biasanya ia obati dengan menulis untuk membuat otaknya kembali segar.
Adanya gubuk literasi di SMAIS membuat kesenangannya tersebut dapat berkembang. "Saya senang hobi saya bisa terwadahi di sekolah ini, dan semakin banyak ide yang bisa tuangkan dalam tulisan," ujar siswa kelas XI IPA ini.
Tema tulisan yang paling berkesan dalam satu pukul yang telah dihasilkannya adalah tentang seorang ibu yang kerap merindukan cerita dari buah hatinya. "Biasanya saat kita kecil, orang tua kita sering bercerita tentang kita kepada orang lain, tapi dengan semakin bertambahnya usia, kita makin jauh pada orang tua, sehingga tidak ada lagi cerita tentang kita," tuturnya.
Afdhal Iftikhar Haykal merupakan satu diantara siswa SMAIS Malang Boarding school yang memiliki bakat dan kemampuan dalam menulis. Siswa-siswi yang berbakat dalam bidang menulis diwadahi SMAIS Boarding School dengan sebuah komunitas yang dinamakan Gubuk Literasi SMAIS.
Komunitas ini menjadi tempat siswa untuk mengeksplor ide dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan. Tidak sulit bagi siswa Gubuk Literasi untuk mendapat ide untuk membuat satu tulisan.
Kapan dan dimanapun mereka bisa mendapatkan inspirasi untuk kemudian menjadi sebuah tulisan yang bagus. Hal itu karena naluri dan kebiasaan siswa itu sendiri yang kuat dalam menulis. Sehingga apapun bisa menjadi inspirasi bagi mereka. "Bahkan saat Wifi mati pun bisa jadi puisi di tangan mereka," kata Pembina Gubuk Literasi SMAIS, Diah Budiarti, S.Pd., M.Pd.
Meskipun demikian, lanjut dia, siswa perlu terus diberikan motivasi terlebih saat proses pembuatan karya. Agar tidak melebihi deadline yang sudah ditetapkan.
Siswa-siswi SMA Islam Sabilillah adalah santri Ma'had Sabilillah. Mereka mukim di Ma'had (pesantren). Meskipun demikian mereka tidak terbatasi untuk berekspresi dengan banyak membuat karya tulis. "Dalam setahun setiap siswa bisa menghasilkan beberapa buku, atau karya yang dimuat di majalah," tandasnya. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...