Aksi Vandalisme Kembali Terjadi di Bangunan Kuno | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 513 , aim, amanda

MALANG - Vandalisme di bangunan cagar budaya Kota Malang kembali terjadi. Setelah Jembatan Majapahit pada peringatan Mayday lalu, Senin (23/9) malam , tembok gedung Toko Avia yang menjadi sasarannya.
Tulisan vandal bertuliskan "Reformasi Dikorupsi" ini dituliskan dengan cat pillox berwarna hitam. Padahal gedung ini baru saja dicat bersih karena aksi vandal serupa. Tulisan ini kemudian menjadi viral karena sang terduga pelaku menguploadnya ke sosial media Twitter sekitar Pukul 22.40 WIB, Senin (23/9) malam. Akun yang mengupload yakni @bukanpriamapan dengan nama lain Siramanrohendy ini viral.
Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Malang Agung H Bhuana mengatakan, terduga pelaku nampak ketakutan setelah postingannya viral dan mendapat tanggapan negatif oleh publik.
"Sepertinya yang bersangkutan ketakutan dan langsung di hapus dengan dicat lagi semalam sekitar jam 2 pagi," tegas Agung .
Saat hendak ditelusuri kembali oleh dinas terkait dan Tim Ahli Cagar Budaya, akun ini hilang. Padahal hendak diproses untuk ditindaklanjuti dan dilaporkan ke polisi.
Meski begitu pihaknya merasa sudah tidak lagi mempermasalahkan karena tulisan tersebut sudah dihapus dengan mengecat kembali tulisan itu.
"Informasinya juga sudah minta maaf ke salah satu komunitas yang mem-viralkan postingan dia," pungkasnya.
Aksi vandalisme juga terjadi di tengah kerumunan peserta aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Kota Malang. Corat coret di tembok penanda gedung DPRD pada Senin siang , sudah dibersihkan pada malam hari. Hanya saja, pada aksi mahasiswa Selasa (24/9) , tembok penanda bertulisan DPRD Kota Malang kembali menjadi sasaran aksi vandalisme yang mencorat-coret dengan cat pilox.  (ica/aim)



Loading...