MalangPost | Akses Sulit, Keluarga Pasien Mengeluhkan Layanan RS Baptis Kota Batu

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Akses Sulit, Keluarga Pasien Mengeluhkan Layanan RS Baptis Kota Batu

Minggu, 02 Feb 2020, Dibaca : 2211 Kali

BATU - Warga Dusun Jun Watu, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu bernama Kalimah (66) terbaring dalam kondisi sakit di rumahnya. Ia merupakan salah satu warga dhuafa di Kota Batu yang harus mendapat perhatian lebih. Pasalnya di rumah sederhana tanpa memiliki akses buang air besar itu ia bersama tiga anggota keluarganya yang jauh dari permukiman warga. Jaraknya sekitar 2 Km dari jalan.
Untuk mengaksesnya juga cukup sulit dan harus berjalan setapak sekitar 200 meter ke rumahnya. Namun yang sangat disayangkan, dalam keadaan sakit tersebut keluarga Kalimah merasa kecewa dengan pelayanan rumah sakit Baptis Kota Batu. Karena sebelumnya, bersama dengan pihak keluarga, pemerintah desa, Puskesmas Junrejo, Babinsa, dan juga Bhabinkamtibmas Junrejo saat dibawa ke RS Baptis merasa tak dilayani dengan baik.
Sehingga pihak keluarga dan Pemerintah Desa Junrejo merasa kecewa. Pada akhirnya membuat pihak keluarga pasrah untuk merawat Kalimah semampunya di rumah beralaskan tanah tersebut. "Kami kecewa dengan pelayanan RS Baptis. Saat pertama datang ke Baptis pada Rabu (29/1) sekitar pukul 10.00 WIB harus menunggu hingga sore hari baru dilayani. Tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB," ujar keponakan Kalimah, Supendi (33) kepada Malang Post, Minggu (2/2).
Setelah ditemui dokter, ia mengaku bahwa Kalimah bisa dibawa pulang. Untuk kemudian kembali lagi pada Kamis (30/1) berikutnya. Namun pihaknya baru bisa kembali pada Jumat (31/1). Sehingga tak ada dokter spesialis yang memeriksanya dan harus dirawat dokter umum. "Saat Jumat kembali ke RS kami kembali harus menunggu lima jam untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter meminta agar kami kembali ke RS pada Senin (3/2)," imbuhnya.
Dari pelayanan itu, pihaknya merasa tidak perlu kembali lagi ke sana. Pasalnya, selain merasa pelayanan tidak baik, untuk kembali ke RS harus menggotong Kalimah melalui medan atau akses untuk yang sulit. "Karena alasan itulah kami pilih besok (3/2) tidak membawa ke RS Baptis. Apalagi untuk membawa Bu Kalimah harus menggotongnya dengan akses jalan yang sulit," keluhnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, yang merasa kecewa terhadap pelayanan RS Baptis yang membuat warganya harus bolak-balik ke rumah sakit. Melihat kondisi Bu Kalimah yang tak bisa berjalan. Belum lagi akses jalan rumah sulit ditempuh. “Sebelumnya kami mendapat laporan dari Pak RT terkait kondisi Bu Kalimah. Melihat hal itu, kami berkoordinasi dengan Puskesmas Junrejo dan merekomendasikan ke RS," bebernya.
Namun setelah dibawa ke RS,  ia merasa kecewa. Pasalnya warganya itu harus menunggu lama dan harus bolak-balik ke RS.
Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Bagian Humas RS Baptis Batu, Desi Arista mengatakan, pelayanan yang diberikan kepada Bu Kalimah sudah sesuai dengan prosedur. Ia juga mengungkapkan jika tidak sepenuhnya cerita yang disampaikan pihak keluarganya tepat.
Ia menerangkan, jika Kalimah datang pada Rabu (29/1) pekan lalu dan mendapat pelayanan pertama dari dokter penyakit dalam. Kemudian dokter  penyakit dalam merekomendasikan ke dokter saraf. Namun, karena pelayanan dokter saraf baru bisa dilakukan sore hari sesuai jadwal praktik. Kalimah harus menunggu hingga sore hari. Sesuai ketentuan pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan, dalam sehari pasien maksimal mendapat pelayanan dua kali dokter spesialis.
Terkait permasalahan ini, Kalimah telah mendapatkan pelayanan dari dokter penyakit dalam dan saraf untuk penyakit yang dialaminya. "Pada saat itu, dokter yang melayani memberikan perawatan kepada Kalimah dan tidak ada rekomendasi untuk rawat inap. Kemudian RS Baptis menginformasikan agar Bu Kalimah kembali untuk pelayanan berikutnya pada Kamis (30/1)," ungkapnya. (eri/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Kerisdianto