Akibat Transformasi Ekonomi dan Gaya Hidup | Malang Post

Sabtu, 25 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 15 Des 2019,

BELANJA online merupakan proses transformasi ekonomi dari yang sifatnya tradisional ke ekonomi modern. Apabila ekonomi model lama transaksi dilakukan secara head to head, sehingga penjual dan pembeli saling berhadap-hadapan untuk mendapatkan barang dan jasa yang diinginkan.
Perilaku masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan saat ini memang tengah mengalami perubahan. Kebutuhan konsumen dan masyarakat tidak lagi seperti dulu melainkan sudah menggunakan mekanisme jasa dan layanan sehingga secara fisik tidak dipertemukan. Tapi  yang saling bertemu adalah kebutuhan dan ketersediaan dengan didukung teknologi.
Menurut pakar ekonomi UMM, Yunan Syaifullah, kebutuhan online hanya akan kuat pada saat ekonomi masyarakat berubah dari tradisional ke skunder, ciri-cirinya dikenal dengan ekonomi modern.
"Ekonomi modern kekuatannya lahir dari masyarakat digital atau digital society, salah satu pendukung praktik belanja online, mayoritas ini ditemukan pada ekonomi perkotaan sebagai paralel berkembangnya ekonomi modern," urai Yunan.
Praktik  serba online pada dasarnya hanya berimbas kepada manusia digital di ekonomi perkotaan. Di sinilah timbul kelompok-kelompok baru atau yang disebut sebagai kalangan milenial. Sedangkan orang tua saat ini masih mengandalkan sistem ekonomi lama. Yakni untuk mendapatkan barang atau jasa harus saling bertemu.
Maraknya belanja online juga sejalan dengan hari diskon besar atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Harbolnas menunjukkan kemenangan para vendor  untuk memfasilitasi masyarakat perkotaan. Vendor-vendor yang dimaksud seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, Traveloka dan lain sebagainya.
Praktek online sejatinya sudah menguat sejak beberapa tahun terakhir, semakin kuat dengan didukung model ekonomi fintech. Jika dulunya transaksi menggunakan uang tunai kini cukup menggunakan uang elektronik seperti OVO, GoPay dan lainnya.
Harbolnas menjadi sasaran tepat di Indonesia lantaran negara ini salah satu pasar besar yang dituju untuk penguatan masyarakat digital. Sebab Indonesia adalah pengguna dunia maya dan teknologi komunikasi lewat internet terbesar nomor tiga di dunia setelah Amerika dan Brazil. "Masyarakat Indonesia sangat tergantung dengan handphone, bahkan yang dulunya sebagai alat komunikasi sekarang handphone sudah menjadi salah satu bagian dari gaya hidup. Inilah yang jadi pemicu makin kuatnya belanja online" jelasnya.
Diskon itu sederhana apabila dikaitkan dengan karakteristik konsumen baik model lama maupun baru yang cenderung misterius. Diberi harga mahal mengkritisi sedangkan diberi harga murah tidak percaya dan diberi gratis pada rebutan.
"Sehingga diskon dimata produsen adalah strategi atau cara merebut pasar. Pasar dalam arti luas, produsen memiliki prinsip merebut pangsa pasar dulu apabila pangsanya sudah direbut konsumen dengan sendirinya akan berdatangan. Salah satu strategi yang produsen gunakan bisa dari harga lebih murah atau tinggi tetapi tidak berlaku konstan," tandas Yunan. (lin/van)

Editor : Vandri
Penulis : Linda






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...