Akibat Tak Izin Daftar Pilbup, Sanusi Panggil Didik | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 07 Sep 2019, dibaca : 891 , Vandri, Fino

MALANG - Plt Bupati Malang HM Sanusi mereaksi Sekda Kabupaten Malang Ir. Didik Budi Muljono MT yang terang-terangan meramaikan bursa Pilkada. Sanusi memastikan segera meminta klarifikasi bawahannya itu. Sementara di PDI Perjuangan, kemarin dua figur mengambil berkas bakal calon kepala daerah.
“Nanti akan kami panggil (Didik Budi Muljono),” tegas Sanusi ditemui Malang Post usai
menyerahkan hadiah pemenang kontes hewan ternak di luar Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (6/9) kemarin.
Hanya saja ia tak menjelaskan waktu pemanggilan walau beberapa kali ditanya wartawan. Langkah politik sekda tampaknya membuat Sanusi tak nyaman. Indikasinya, ketika ditanya lebih jauh tentang sikapnya terhadap Didik, politisi PKB ini irit bicara. “Itu urusan Pak Didik,” ucapnya singkat lalu cepat-cepat naik mobil.    
Namun demikian, mantan Ketua PKB Kabupaten Malang ini mengungkapkan bawahannya di Pemkab Malang itu tak pernah minta izin ketika mendaftar di PDI Perjuangan.
Seperti diberitakan Malang Post  sebelumnya, Sekda Kabupaten Malang Ir. Didik Budi Muljono MT mengambil berkas pendaftaran calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di PDI Perjuangan, Kamis (5/9). Didik bahkan tercatat sebagai orang pertama yang mengambil berkas di kantor PDI Perjuangan Kabupaten Malang.
Setelah Didik mendaftar ikut Pilbup, sepanjang hari kemarin, antara Sanusi dan Didik tak lagi tampil secara bersama-sama. Buktinya, Sanusi menyerahkan hadiah pemenang kontes hewan ternak di luar Stadion Kanjuruhan kemarin pagi sendirian. Ia tak didampingi Sekda, Ir. Didik Budi Muljono MT.
Tadi malam, Didik juga tak hadir dalam acara pembukaan Festival Kesenian Kawasan Selatan di Tumpang. Seperti pagi sebelumnya, hanya tampak Plt Bupati HM Sanusi.
 
Dua Orang Susul Sekda di PDIP
Hari kedua pendaftaran calon kepala daerah di PDI Perjuangan Kabupaten Malang kemarin memikat dua figur. Pertama, pengusaha Malang, H Wiebie Dwi Andriyas mengambil formulir pencalonan.
Ia datang ke tempat pendaftaran di Jalan Mojosari, Kepanjen sekitar pukul 09.30 WIB. Dia disambut Wakil Ketua Bidang Ekonomi PDI Perjuangan Kabupaten Malang Teguh Wiyono dan sekretaris tim penjaringan, Andi Suciono. Setelah berdialog beberapa saat, Wiebie masuk ke dalam ruangan pengambilan formulir.
Teguh lalu menjelaskan soal tata tertib untuk mendaftar bakal calon bupati dan wakil bupati dari PDI Perjuangan. Sebelum pergi, Wiebie yang juga Ketua Pertina Kota Malang itu sempat menanyakan beberapa beberapa hal. Di antaranya jenis berkas dan surat-surat yang diperlukan untuk kelengkapan berkas pendaftaran.
Wiebie mengaku terpanggil untuk mendaftar sebagai calon pemimpin di Kabupaten Malang.
Apalagi dia memiliki visi yang bisa mendorong perubahan yang lebih baik di Kabupaten Malang. Terutama, di bidang krusial seperti ekonomi, pendidikan, pengembangan desa dan pariwisata.
“Sebagai putra daerah, saya ingin memajukan dan membangun Kabupaten Malang. Apa yang sudah baik di Kabupaten Malang, saya punya visi untuk semakin meningkatkannya, baik itu pariwisata, pendidikan, ekonomi dan pengembangan desa,” jelasnya kepada Malang Post, Jumat.
Untuk diketahui, Wiebie merupakan pengusaha. Ia dikenal sebagai owner NZR Group. Salah satu bisnisnya yakni di bidang rokok yang telah berkembang di luar Jawa. Wiebie dikenal sebagai figur yang peduli olahraga. Selain sebagai Ketua Pertina Kota Malang, Wiebie mendirikan NZR Bina Mandiri untuk pengembangan atlet sepak bola usia dini.
Dia sudah siap masuk jalur politik.  “Prinsip saya, orang baik, masuk politik, Insyaallah tetap menjadi baik. Saya ingin citra kepala daerah di Malang berubah, dan ingin Kabupaten Malang menjadi percontohan. Kabupaten Malang, harus memiliki spesialisasi, memiliki bidang yang menonjol dan menjadi andalan. Sehingga bisa dilihat masyarakat nasional dan dunia,” ujar bapak empat anak ini.
Sementara itu, panitia penjaringan calon kepala daerah melalui PDI Perjuangan, Teguh Wiyono  menyebut tugas panitia di tingkat DPC yakni menjaring nama, melakukan validasi, dan menyerahkannya kepada DPD PDI Perjuangan Jatim lalu diteruskan kepada DPP PDI Perjuangan.  
Ia menyebut ada batas waktu penyerahan kembali formulir, lengkap dengan berkas yang dibutuhkan untuk penjaringan. “Mulai 5 sampai 11 September waktu  pendaftaran, sementara pengembalian formulir beserta kelengkapan berkas maksimal 14 September, pukul 24.00 WIB,” tutur Teguh kepada Malang Post.
Selain Wiebie, Wahyu Eko Setiawan juga datang ke kantor PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Aktivis itu mengambil formulir pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Malang. “Saya pernah mendaftar menjadi calon wali kota Malang di Pilkada sebelumnya. Saya kader PDI Perjuangan sejak tahun 1998,” ujar Wahyu.
Menurutnya, Kabupaten Malang membutuhkan manajer yang baik. Serta, sumber dayanya harus dikelola gotong royong. Wahyu menyebut, latar belakangnya adalah wong cilik, dari keluarga sederhana. (ira/fin/van)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...