Ajarkan Anak Disiplin Lewat Persari - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 15 Okt 2019, dibaca : 237 , rosida, imam

MALANG - Siswa kelas 2 SD Anak Saleh terlihat antusias dalam sebuah permainan puzzle berantai. Mereka menyusun puzzle dari gambar seorang pria yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Dunia, Robert Baden Powell.
Para siswa yang dibentuk dalam beberapa barung atau satuan kecil dalam pramuka siaga, bermain game dalam sebuah perlombaan menyusun puzzle untuk mengenal seorang Robert Baden Powell. Melalui halang rintang yang telah disiapkan oleh para pembina mereka mengikuti permainan dengan antusias. "Hore kita menang!," seru salah satu Barung yang mampu menyelesaikan puzzle lebih dulu.
Sementara sekelompok Barung putri sibuk dengan permainan puzzlenya, di sisi lain dari area tersebut terlihat beberapa kelompok pramuka putra juga sedang asyik dengan permainan estafet karet. Masing-masing Barung berlomba mengumpulkan karet sebanyak-banyaknya dengan cara estafet menggunakan sedotan.
Para siswa ini sedang mengikuti kegiatan Perkemahan Sehari (Persari) untuk Pramuka Siaga SD Anak Saleh. Kegiatan digelar di area green park yang berada di bagian belakang sekolah. Sebelumnya, tepatnya akhir pekan lalu juga telah terlaksana kegiatan Perjusa yang diikuti oleh siswa kelas 3.
Koordinator guru kelas 2 SD Anak Saleh, Romadhoniar Fitri Aini mengatakan, perkemahan sehari diikuti sebanyak 113 siswa kelas 2. Kegaitan tersebut berorientasi pada pengembangan satu nilai dari panca karakter yang dimiliki SD Anak Saleh. Yaitu kesalehan personal.
Kepramukaan dalam Persari menjadi momentum yang efektif untuk menjadikan siswa kelas 2 belajar mandiri dan disiplin.
"Poin fokusnya pada kedisiplinan. Dari kedisiplinan anak-anak akan membangun tanggungjawabnya sehingga bisa melaksanakan kewajibannya," terangnya.
Kegaitan Persari dimulai pukul 06.45 sampai pukul 15.00 WIB. Dimulai dengan  apel pembukaan, ice breaking, senam pramuka, materi kepramukaan dan game. Para peserta juga mengikuti materi kemahiran khusus dalam kepramukaan siaga.
“Dengan mengikuti kegiatan Persari, mereka mendapatkan tanda kemahiran khusus (TKK). Tiga  diantaranya yang dibagikan yaitu TKK kemah, TKK pengamatan dan TKK salat,” paparnya.
Fitri mengungkapkan, manfaat Persari sebagai langkah untuk membiasakan siswa dalam kegiatan perkemahan. Sebab di level yang lebih tinggi mereka akan mengikuti perkemahan lebih dari sehari. Seperti perkaju, perjusa, persami dan lain sebagainya.
“Harapannya kegiatan ini menjadi akan belajar berkemah dan terbiasa untuk mandiri,” kata dia.
Di kegiatan Persari kali ini SD Anak Saleh memberikan penghargaan kepada Sulung terbaik. Yaitu ketua atau pimpinan barung yang dinilai layak menjadi teladan.
Dalam hal ini Pembina memberikan penilaian terhadap beberapa poin dari sosok yang layak mendapat predikat sulung teladan. Dua diantaranya kedisiplinan dan tanggungjawabnya. Di SD Anak Saleh setiap levelnya terdapat satu sulung teladan. Predikat sulung teladan penting diberikan karena selama ini dalam kepramukaan sudah jarang sekali ada penghargaan untuk ketua barung. “Padahal tanggungjawab seorang ketua lebih itu besar dari anggotanya, maka perlu kita apresiasi,” tandasnya. (imm/oci)



Loading...