Ajang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 498 , aim, sisca

MALANG - Kurang lebih 30 komunitas ekonomi kreatif dan 30 stan usaha kreatif dipamerkan dalam Festival Mbois IV sejak kemarin hingga hari ini. Acara yang digelar di koridor Kayutangan Jalan basuki Rahmad dibuka oleh komunitas  seni dan performance di panggung utama Festival Mbois 4.
Sejak kemarin sekitar 500 hingga 700 pengunjung memadati areal Kayutangan lokasi festival ini diadakan, mulai dari pelaku  kuliner, kriya, fashion dan banyak lagi berjejer menjajakan produknya untuk menarik pengunjung.
Bertemankan 'The Power of Collaboration Legacy' Festival Mbois menjadi ajang pamer bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengenalkan berbagai produknya kepada masyarakat. Ketua Panitia Festival Mbois 4, Alfan Saputra menjelaskan, Festival Mbois tahun ini menampilkan berbagai macam kreativitas mulai dari parade band pelajar, community show dan juga penampilan spesial dari beragam komunitas kreatif di kota Malang.
"Untuk pameran, dilakukan oleh seluruh 16 subsektor pelaku kreatif yang ada di Kota Malang. Bisa dilihat ada stan-stan  aplikasi, games dan studio lainnya dipamerkan. Masyarakat bisa langsung datang ke stan,” jelasnya.
Dijelaskannya, Festival Mbois 4 ini bukan hanya bersifat perayaan atau festival semata, tapi akan menjadi kolaborasi nyata dan prinsip 3C yakni connecting, collaborating dan commerce. Yaitu bagaimana pelaku ekraf dan masyrakat bisa terkoneksi, berkolaborasi dan kemudian terpasarkan.
Tujuan Festival Mbois 4 ini berharap tidak hanya menjadi ajang kolaborasi di satu sektor saja. Juga tidak menargetkan berapa transaksi yang akan tercapai.
Akan tetapi yang lebih utama adalah festival ini bisa menjadi wadah untuk berkolaborasi di lintas subsektor yang mampu menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang.
"Melalui acara ini, kami memang ingin lebih turun ke masyarakat dengan menggelarnya di Kayutangan. Karena biasanya event seperti ini dilaksanakan di hotel. Jadi acara ini kesannya tidak menjadi segmented lagi," pungkasnya.
Sebanyak 30 komunitas mengisi pasar kreatif di event Festival Mbois 4 tahun ini. Sementara 6 komunitas di antaranya akan memberikan pelatihan dan workshop di kampung Kayutangan pada puncak acara nanti pada 10 November 2019, hari ini.
Nanti juga akan ditampilkan Flash Mob performance dengan partisipasi Rumah Seni Budaya Singhasari dan Sanggar Beksa Ahli Madya. Kemudian ada pula Sosialisasi Ekraf Jatim dan terakhir Grandshow akan menutup Festival Mbois.
Plt Kepala Disperin (Dinas Perindustrian) Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, event Festival Mbois 4 merupakan salah satu wujud pembuktian Kota Malang sebagai Kota Kreatif.  Juga menjadi terobosan baru bagi pelaku UMKM untuk lebih berkembang kedepannya.
"Secara nasional kita sudah menjadi Kota Kreatif, dengan event ini kita beri terobosan baru. Kita mewadahi anak-anak muda yang ingin berkreatifitas, dan memberikan peningkatan bagi pelaku industri kreatif di Kota Malang," tandasnya. (ica/aim)



Loading...