Ajak Masyarakat Desa Bocek Peduli Kesehatan - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 23 Agu 2019, dibaca : 583 , Rosida, mp

MALANG - Mahasiswa KKN 10 Tematik Universitas Merdeka (Unmer) Malang mengajak masyarakat Desa Bocek, Dusun Manggisari, Kecamatan Karangploso, peduli kesehatan. Hal yang dianggap sepele ini membuat prihatin mahasiswa. Karena itu, digelar penyuluhan kesehatan yang berfokuskan pada peningkatan gizi dan hipertensi, Senin (12/8).
Ketua Pelaksana Penyuluhan Kesehatan (Peningkatan Gizi dan Hipertensi) Maria Alfonsia Elauran menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan agar warga dusun Manggisari desa Bocek lebih peka dan sadar akan pentingnya peningkatan gizi dan bahaya hipertensi.
“Karena selama ini warga merisaukan akan hal tersebut, yang padahal jika kita bisa sadar bisa membuat diri lebih sehat. Penyuluhan ini dihadiri oleh 40 peserta, ibu-ibu dan balita hingga usia 5 tahun,” kata mahasiswa Unmer Malang yang akrab disapa Maria.
Penyuluhan kesehatan dihadiri juga oleh Agnes Batmomolin sebagai pemateri yang memberikan segudang informasi mengenai peningkatan gizi dan kasus hipertensi dengan pendekatan dan tutur bahasa yang mudah diterima. Dan juga kegiatan ini bertepatan dengan Posyandu yang rutin diadakan dan dilaksanakan oleh para ibu-ibu setempat.
“Diharapkan agar setelah penyuluhan ini informasi yang telah didapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan lebih sadar akan kesehatan yang tidak dianggap kecil,” pungkas Maria.
Selain itu program kesehatan, LPPM Unmer Malang bersama mahasiswa KKN 10 juga membagikan bibit kepada warga setempat, Selasa, (6/8) lalu.
Diawali dengan bertemu perangkat desa dan para ketua RT setempat untuk serah terima bibit secara simbolik dari mahasiswa KKN 10 Unmer Malang. Perangkat desa bernama Guno bersama para ketua RT setempat menerima bibit tersebut.
“Diharapkan bibit ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian di Desa Bocek Dusun Manggisari,” ujar ketua KKN 10 Micky Paulus Resubun kepada Malang Post.
Pembagian bibit ini dilakukan mahasiswa KKN 10 dari rumah ke rumah. Menurutnya, pemilihan bibit ini dilihat dari sektor pertanian yang sangat besar di desa Bocek dusun Manggisari, dan yang berpotensi besar dengan para petani. Bibit-bibit yang diberikan yakni meliputi bibit cabe,bibit terong,bibit sawi, dan bibit seledri.
“Bibit ini tidak hanya ditanam di lahan perladangan saja, bagi masyarakat yang tidak mempunyai lahan juga bisa menanam di depan rumah mereka. Bisa ditanam melalui pot-pot, dan kami juga turut membantu menanam bibit tersebut di ladang warga,” tandasnya.
Lebih lanjut, Desa Bocek dusun Manggisari juga terkenal akan batik tulisnya, hal ini dipelopori oleh Uswatun Hasanah untuk warga dan saat ini di kembangkan dengan menggunakan ecoprint sebagai salah satu usaha UKM di Desa ini. (mp4/sir/oci)



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Loading...