Ajak Aremania Hargai Perjuangan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Ajak Aremania Hargai Perjuangan Tenaga Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 1020 Kali

MALANG - Sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada Tenaga Kesehatan yang menangani pasien covid-19 (virus corona), gelandang Arema Jayus Hariono turut serta menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD) kepada RSUD Kanjuruhan Kepanjen bersama Dokjreng FC, Rabu (20/5/2020).


Sebelumnya, komunitas pesepak bola Malang Raya menggelar lelang jersey di akun Instagram mereka, @dokjrengfc. Jayus pun menyumbangkan salah satu jersey miliknya untuk dilelang, dan laku Rp1,1 juta, yang digabung dengan hasil lelang jersey lainnya untuk disumbangkan.

   Baca juga : Jayus Rasakan Gerah Berbaju Hazmat


Selain berupa APD untuk tenaga kesehatan, Dokjreng FC menyerahkan paket bantuan berupa empat kardus susu dan dua kardus snack. Bantuan itu diserahkan Jayus bersama Yanuar Tri Firmanda dan Edy Gunawan, dan diterima langsung oleh Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan, dr Benediktus Setyo Untoro.
“Kita semua harus bisa menghargai perjuangan tenaga kesehatan. Mereka sudah banyak berkorban dalam perjuangan menghadapi virus corona ini. Masyarakat harus bisa sama-sama menjaga kesehatan. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak usah keluar rumah,” kata Jayus.


Ajak Aremania Hargai Perjuangan Tenaga Kesehatan
Jayus Hariono mengajak Aremania menghargai tenaga kesehatan bukannya tanpa alasan. Pemain 22 tahun itu sudah merasakan sendiri bagaimana ‘menjadi’ nakes yang mengenakan APD.


Saat menyerahkan bantuan Dokjreng FC kepada pihak RSUD Kanjuruhan, Jayus mencoba mengenakan APD berupa hazmat suit. Baru satu-dua menit memakainya, pemilik jersey bernomor punggung 14 itu mengaku sudah gerah dan sesak.
“Dengan mengenakan langsung APD ini, saya bisa membayangkan beratnya perjuangan tenaga kesehatan yang harus mengenakan hazmat suit selama tujuh sampai delapan jam nonstop. Saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Selain gerah, mengenakan APD ini sulit mau beraktivitas sulit, mau makan susah, minum susah, buang air susah. Apalagi, mereka harus fokus merawat pasien, di sisi lain kepikiran keluarga,” tegasnya. (arema/mp)

Editor : Redaksi
Penulis : Arema