Malang Post - Agroindustri 4.0 Tuntut Petani Smart

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Agroindustri 4.0 Tuntut Petani Smart

Rabu, 02 Okt 2019

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) akan mengukuhkan Guru Besar ke 247 Bidang Ilmu Sistem dan Manajemen Agroindustri dari Fakultas Teknologi Pangan (FTP) yakni Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, pada Rabu (2/10). Prof Imam meneliti tentang Perspektif Kesisteman dan Manajemen Risiko Strategi Pengembangan AgroindustriĀ  4.0, di tengah perkembangan isu pertanian modern yang sudah menjadi tuntutan.
"Kita memiliki keunggulan dan potensi yang harus dikelola dengan baik. Lahan pertanian dari Sabang sampai Merauke jika mampu dimaksimalkan tentu berpotensi menjadi penyanggah ekonomi nasional sangat besar," kata pria yang juga menjabat sebagai Dekan FTP UB kepada Malang Post, di Gedung Widyaloka UB, Selasa (1/10).
Dijelaskannya, setiap sekmen pertanian baik itu skala industri maupun skala kecil menengah membutuhkan strategi khusus untuk menghadapi tuntutan digitalisasi di era industri 4.0. Namun demikian, menurutnya tuntutan digitalisasi sudah menjadi pilihan mutlak yang harus diambil, jika ingin bersaing dengan pasar Agroindustri dari negara lain.
"Mau tidak mau pertanian harus mengarah pada basis teknologi 'smart farming'. Kalau untuk industri skala besar digitalisasi harus dimulai dari hulu, semua proses produksinya menggunakan teknologi. Sekarang sudah banyak kita temui industri yang menyemprotkan pestisida saja menggunakan drone. Tapi beda dengan petani kecil menengah, digitalisasi justru bisa dimulai dari hilir," lanjutnya.
Dijelaskannya, untuk petani kelas kecil menengah, baiknya memulai digitalisasi pada tahapan hilir, yakni dari segi pemasaran dan pelayanan. Sebab, kecenderungan petani kecil menengah tentu cukup berat jika harus dimulai dengan modernisasi teknologi dari hulu. Untuk itu, mereka harus dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada para konsumen.
Lebih lanjut, disampaikannya, agroindustri 4,0 memberikan peluang bagi petani dan pelaku usaha dalam rantai pasok agroindustri untuk memperoleh insentif yang memadai. Selain itu, akan terjadi peningkatan nilai tambah dan nilai ekonomi dengan produk unggulan yang sangat memadai untuk memberikan efek berkelanjutan bagi seluruh pelaku terkait dalam sistem agroindustri.
"Untuk mendorong smart farming, petani juga membutuhkan dukungan dari pemerintah. Dalam hal ini untuk memberikan pelatihan teknologi dan lain sebagainya," ungkapnya.
Sementara itu, tak hanya Prof Imam, pada kesempatan yang sama, UB juga akan mengukuhkan Guru Besar ke 248 yakni Prof. Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D pada bidang Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam. Prof Adi sendiri merupakan Guru Besar ke 18 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB. (asa/oci)

Editor : rosida
Penulis : asa

  Berita Lainnya





Loading...