MalangPost - Agil Munawar, Emban Tanggungjawab Pilar Pertahanan

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Agil Munawar, Emban Tanggungjawab Pilar Pertahanan

Minggu, 29 Sep 2019, Dibaca : 1674 Kali

MALANG – Sebagai lapisan terakhir pertahanan sebuah tim, para pemain belakang dituntut cerdik, cermat dan tepat dalam membuat keputusan di lapangan. Satu kesalahan, bisa berujung fatal terhadap gawang sendiri. Sehingga, seorang bek bisa jadi memakai segala cara supaya gawangnya tidak kebobolan.
Bek sayap Arema FC Agil Munawar sangat memahami tugas seorang pemain belakang ini. Karena itu pula, Agil tidak segan mengambil pelanggaran yang berisiko kartu. Tapi, pelanggaran telah diperhitungkan demi melindungi gawang kiper.
“Kartu kuning bagi bek adalah hal yang tak terhindarkan. Karena seorang bek tugasnya bertahan,” ujar Agil.
Dia menyadari dan menyesali andai ada wasit yang menghadiahinya kartu. Namun, risiko ini tetap akan diemban oleh pemain belakang seperti Agil. Bukan cuma Agil, seluruh pemain sepakbola, lebih memilih menerima kartu, ketimbang gawangnya kebobolan.
Agil menyadari, tidak semua pelanggaran bisa menguntungkan lini belakang. Terutama, bila pelanggaran tersebut berujung kartu merah yang membuat skuad yang dibelanya timpang. Karena itu, ia menyebut dia belajar banyak di Arema tentang mengemban tanggungjawab sebagai pemain belakang. Mulai dari melindungi area pertahanan, membayangi bahkan menekel lawan.
Dalam posisi Agil sebagai bek sayap, tugasnya semakin berat. Selain melakukan semua tugas pemain belakang, ia harus bisa mengikuti taktik strategi dalam transisi menyerang maupun bertahan. Agil acapkali harus maju hingga sepertiga area pertahanan lawan untuk membantu penyerangan.
Sebaliknya, saat Arema kena serangan, Agil harus cepat-cepat turun ke belakang. Supaya, para pemain tengah tidak perlu menutup pos kosong yang ditinggalkanya saat overlapping. Terlepas dari semua variabel dan kemungkinan di lapangan, ia menegaskan siap melakukan tugas dengan sebaik mungkin untuk menjawab kepercayaan pelatih.
Dia mengaku siap berupaya tidak melakukan pelanggaran yang berpotensi kartu merah. Karena hal tersebut paling merugikan tim. “Saat pertandingan sebelumnya, saya sudah berhati-hati. Tapi, tetap ketika ada momen harus melakukan pelanggaran, akhirnya kena kartu,” tutupnya.(fin/jon)

Editor : parijon
Penulis : fino