MalangPost - Agil Divonis Harus Jalani Operasi

Rabu, 05 Agustus 2020

  Mengikuti :

Agil Divonis Harus Jalani Operasi

Selasa, 10 Des 2019, Dibaca : 1647 Kali

MALANG POST - Arema FC tidak hanya menelan kekalahan telak dari PSIS Semarang, Minggu (8/12) lalu. Pasalnya, tim Singo Edan kembali kehilangan satu pemainnya, Agil Munawar yang cedera di tengah pertandingan. Agil pun divonis mesti mengakhiri musim lebih cepat, menyusul Dedik Setiawan dan Jayus Hariono.
Agil mengalami cedera di babak kedua. Kala itu dia tengah mencoba merebut bola dari pemain PSIS, namun dia salah tumpuan.  Saat itu dia tidak bisa bangkit dan harus ditandu keluar lapangan, yang kemudian digantikan Nasir.
"Cedera lama, lutut kiri Agil kembali kambuh. Diagnosa awal, ya sampai akhir musim sudah tidak bisa main,"ujar Sport Therapist Arema, David Setiawan.
Hal ini berarti, Agil sudah tiga kali mengalami cedera di tempat yang sama. Sebelumnya, dia mengalami cedera saat Arema melawan PSM Makassar di Stadion Kanjuruhan. Setelah itu dia sempat absen sebulan, baru kemudian kembali memperebutkan persaingan line up.
Agil juga sudah pernah mengalami cedera lutut, yang membuatnya absen sekitar empat bulan di awal 2018. Kala itu dia baru bergabung bersama Arema, dan mengalami cedera di ajang Piala Gubernur Kaltim.
“Ya ini cedera lamanya dia. Tetapi untuk posisi pastinya akan dilihat saat MRI (magnetic resonance imaging),” jelas David.
Senin (9/12) , Agil dijadwalkan menjalani MRI di Malang bersama dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi. Agil sendiri sudah balik ke Malang, Minggu malam setelah pertandingan bersama dr. Nanang.
"Dia langsung MRI dengan dokter Nanang di Malang untuk mengetahui bagaimana kondisi cederanya," tambah dia.
David mengatakan, saat ini Agil diprediksi membutuhkan waktu operasi. Pasalnya, cederanya telah berulang sampai tiga kali.
“Jauh sebelum cedera yang ketiga ini dokter sudah berpesan, kalau sampai cedera lagi, kemungkinan terburuk harus menjalani operasi. Tetapi semua bergantung dari hasil MRI-nya,” papar dia. (ley/jon)

Editor : parijon
Penulis : Stenly