Malang Post - Ada Sky Diving Center di Divif 2 Kostrad

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Ada Sky Diving Center di Divif 2 Kostrad

Sabtu, 29 Feb 2020

MALANG - Latihan terjun payung tidak perlu lagi harus menunggu pesawat. Para penerjun cukup dengan mendatangi Divisi Infantri 2 Kostrad Singosari. Di sini terdapat tempat latihan terjun bebas, Sky Diving Center. Sabtu (29/2) tempat latihan ini ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.


Di dampingi, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan dan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad,  Mayjen TNI Tri Yuniarto S.A.P, M.Si, M. Tr (Han) , Hadi melihat seluruh bangunan gedung dua lantai tersebut.
Menurut salah satu anggota Divisi Infantri 2 Kostrad, selain berisi Wind Tunnel, juga ada beberapa fasilitas lainnya.


Diantaranya adalah ruang kelas, ruang rapat, ruang instruktur, ruang teknisi, ruang VIP, ruanh adminitrasi, ruanh kesehatan dan ruang saji. Namun sayang, baik Panglima TNI, Pangkostrad maupun Panglima Divisi Infantri 2 Kostrad, tidak ada yang memberi keterangan terkait gedung untuk latihan terjun tersebut.
Pasalnya, setelah meninjau bangunan gedung, Panglima TNI dan rombongan langsung pergi. Hadi Tjahjanto, langsung melanjutkan peninjauan alutsista milik Divisi Infantri 2 Kostrad yang sudah terpajang di lapangan.


Operator Sky Diving Center, Serka Surya Darma S, menerangkan Sky Diving Center ini merupakan salahsatu sarana para penerjun untuk meningkatkan kemampuan melakukan terjun bebas. Sky Diving Center mulai diuji cobakan sejak awal Febuari lalu. Banyak penerjun yang sudah mencoba latihan. Tidak terkecuali Panglima Divisi Infantri  2 Kostrad, Mayjen Tri Yuniarto.


Surya juga menjelaskan, untuk latihan terjun sendiri penerjun hanya bisa mencapai ketinggian 6 meter. Tubuh mereka digerakkan oleh blower dari bawah.
"Begitu masuk tabung, penerjun akan mengaplikasikan tehnik penerjunan. Apakah mau naik, turun, atau bergerak ke kanan dan ke kiri atau maju juga mundur," kata Surya.


Dikatakannya, bahwa yang selama ini mengikuti latihan di Sky Diving Center pesertanya adalah anggota TNI.  Dimana mereka sudah memiliki kualifikasi terjun bebas.
"Masih belum dibuka untuk umum. Sementara ini yang datang untuk latihan  hanya untuk anggota TNI saja," tambah Surya.


Ditanya risiko, Surya mengatakan sangat kecil. Pria yang berdinas di Ba Ops, Detasemen Pandu Taikam, Brigif Para Raider 18 Jabung mengatakan, setiap penerjun wajib menggunakan peralatan keselamatan. Sementara di bawahnya juga terdapat matras jaring yang sangat kuat.
"Di Indonesia baru ada tiga gedung Sky Diving, yaitu di Jakarta, Bandung dan Malang. Ini paling baru, dan paling nyaman untuk penerjun melakukan latihan," tandasnya.(ira/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...