Ada Problematika Kasus Mutasi | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 25 Agu 2019, dibaca : 510 , Bagus, Ira

Sekretaris Daerah (Sekda) maju dalam pemilihan kepala daerah  hal ini hal yang biasa. Salah satunya adalah mantan Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo. Pria yang akrab disapa dengan nama Pak De Karwo ini adalah mantan Sekda Provinsi Jatim. Namun dia maju tidak melawan incumbent. Lantaran Imam Utomo yang menjadi Gubernur Jatim tidak lagi maju. Pak De Karwo yang berhadapan dengan Sutjipto berhasil memenangkan Pilgub saat itu.
Maka  Ir. Didik Budi Muljono MT, Sekda Kabupaten Malang ini bisa maju dalam Pilbub tahun 2020 mendatang. Bahkan ia menjadi calon potensial karena menjadi pemimpin tertinggi para ASN.”Kalau saat tahapan pendaftaran nanti masih aktif, beliau masih aktif, maka aturannya jelas. Yaitu harus mengundurkan diri. Tapi kalau sudah pensiun, boleh maju,’’ kata pengamat politik Nuruddin Hadi SH MH.
Dosen Universitas Negeri Malang ini juga mengatakan, jika mencalonkan diri, Sekda bisa berpasangan dengan incumbent. Berpasangan itu kata Nuruddin jika hubungan keduanya baik. Karena untuk berpasangan calon bupati maupun wakil bupati harus memiliki chemistry. Dan keduanya harus seiring sejalan, serta memiliki visi dan misi yang sama.
”Akan sulit bagi incumbent dan sekda berpasangan jika keduanya tidak memiliki hubungan yang baik, atau tidak memiliki chemistry yang baik,’’ ungkapnya.
Ditanya hubungan keduanya saat ini, Nuruddin mengaku tak memiliki kapasitas menilai.  Hanya saja, dari problematika yang dialami Pemerintah Kabupaten Malang beberapa waktu lalu, harusnya tidak perlu terjadi. Dia menyebutkan yaitu mutasi jabatan. Di mana mutasi jabatan ini harusnya tidak menjadi masalah, jika seluruh aturannya ditaati.
Nuruddin memang tidak menyebutkan bahwa kejadian tersebut sebagai bentuk ketidakharmonisan antara keduanya. Tapi menurut dia, peristiwa ini harusnya tidak perlu terjadi jika keduanya memahami kapasitas masing-masing. Nuruddin pun memaparkan sejarah di wilayah Malang Raya. Sejauh ini belum pernah ada Sekretaris Daerah yang mencalonkan diri kemudian menang.
”Sekda ini adalah memiliki garis tertinggi di birokrasi. Umumnya mereka berasumsi memiliki peluang besar, karena memiliki jaringan di birokrasi. Tapi jangan salah, jaringan di birokrasi saja tidak kuat. Dia juga harus memiliki popularitas. Nah apakah Sekda di Kabupaten Malang ini memiliki popularitas?,’’ katanya dengan penuh tanda tanya.
Di daerah lain, Sekda yang maju Pilkada juga tidak menang. Di antaranya di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Madiun. Sekretaris Daerah yang maju dalam pilkada kalah dengan calon lainnya. Nuruddin menambahkan, yang harus dipikirkan adalah partai pengusung.  
”Memang bisa incumbent. Tapi yang jelas, sekda jika masih aktif yang perlu dilakukan dia harus mengundurkan diri sebagai ASN,’’ ungkapnya.
Sementara itu perlu diketahui, Didik Budi Muljono akan pensiun di tahun 2020 mendatang. Menurut informasi, Didik akan pensiun pada bulan Mei 2020 mendatang.(ira/ary)



Jumat, 13 Des 2019

Skadron 32 Lanud Abd Saleh

Loading...