Malang Post - Ada Pilkada, Anggaran Pemeliharaan Jalan Dikurangi

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Ada Pilkada, Anggaran Pemeliharaan Jalan Dikurangi

Sabtu, 18 Jan 2020

MALANG – Gelaran Pilkada tahun 2020 memberikan dampak pada pengurangan anggaran pembangunan. Salah satu anggaran yang dikurangi adalah pemeliharaan infrastruktur jalan raya. Pada tahun 2020 ini, anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya berkisar Rp 160 M. Padahal tahun 2019 lalu, anggaran untuk pemeliharaan lebih dari Rp 200 M.
“Iya tahun ini ada pengurangan anggaran. Karena ada Pilkada, sehingga anggaran untuk pemeliharaan dikurangi,’’ kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan Raya, Dinas PU Bina Marga, Suwiknyo.
Kendati demikian, Suwiknyo memastikan tidak akan mengganggu. Pihaknya akan memaksimalkan anggaran tersebut, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam hal perbaikan jalan.
“Pemeliharaan itu ada dua, yaitu pemeliharaan rutin dan berkala. Pemeliharaan rutin contohnya kerusakan jalan akibat hujan, atau terus menerus dilewati kendaraan berat. Seperti ini terus dilakukan, maksudnya perbaikan langsung dilakukan,’’ katanya.
Sementara untuk pemelihataan berkala ditambahkan Suwiknyo, perbaikan-perbaikan yang sudah direncanakan. Perbaikan yang direncanakan inilah yang memungkinkan dilakukan pengurangan biaya. “Kegiatannya yang dikurangi. Bukan satu kegiatan anggarannya dikurangi,’’ tambahnya.
Dia mengatakan, jika untuk pemeliharaan berkala sudah dimaksimalkan pada tahun 2019 lalu. Sehingga tahun ini, kondisi jalannya masih bagus, dan tidak perlu dilakukan perbaikan lagi.
Sementara prioritas pemelihataan, dijelaskan Suwiknyo masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu jalan menuju area wisata. Tujuannya, untuk mendukung meningkatkan kunjungan wisata. “Karena kemajuan pariwisata itu harus mendapatkan dukungan dari infrastruktur yang bagus juga. Itu sebabnya, sampai saat ini pemeliharaan rutin kami prioritas yaitu jalan menuju tempat pariwisata,’’ tambahnya.
Tapi bukan berarti yang tidak menuju tempat pariwisata diabaikan. Pihaknya tetap memperhatikan. Hanya saja fokus atau prioritasnya tetap menuju tempat pariwisata.
Menuju tempat pariwisata, kata Wiknyo, diantarannya akses jalan menuju Bromo Tengger Semeru, dan wilayah Malang Selatan.
Dia tidak memungkiri jika Provinsi Jatim juga mengucurkan anggaran untuk akses jalan menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru. “Sudah dipilah, jadi tidak akan tempuk anggarannya,’’ tuturnya.
Selain itu, Suwiknyo juga membenarkan, saat ini ada beberapa ruas jalan yang kondisinya rusak. Diantarannya Jalan Sekarpuro, Kecamatan Pakis dan Jalan Panji Kecamatan Kepanjen. Untuk Jalan Sekarpuro, dia mengatakan pihaknya sudah melakukan survei dan akan segera dilakukan penanganan. Sementara untuk Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, dia mengatakan jalan tersebut statusnya adanya jalan nasional. “Kami sudah berkoordinasi dengan PPK Balai Jalan Nasional, agar segera dilakukan perbaikan. Harapannya ya segera diperbaiki, sehingga warga nyaman saat berkendara di jalan tersebut,’’ tandasnya. (ira/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...