MalangPost - 8 Penerjun TNI AU Meriahkan Flashmob UMM

Selasa, 14 Juli 2020

  Mengikuti :

8 Penerjun TNI AU Meriahkan Flashmob UMM

Selasa, 03 Sep 2019, Dibaca : 2282 Kali

Penerjun dari TNI AU Lanud Abdurachman Saleh dengan bendera merah putih terbang di atas Universitas Muhammadiyah  Malang. Serta flashmob logo Muktamar Muhammadiyah ke 48 dipersembahakan ribuan mahasiswa baru UMM.


MALANG - Delapan penerjun payung profesional TNI Angkatan Udara Lanud Abdulrachman Saleh memeriahkan pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hellypad UMM, Senin (2/9). Mereka sekaligus mengibarkan sejumlah bendera di antaranya bendera Merah Putih hingga bendera UMM. Tak hanya itu, tujuh formasi flashmob juga jadi pembuka dalam Pesmaba UMM kali ini.
Flashmob UMM tersebut disuguhkan dengan konsep yang berbeda-beda. Yakni membentuk tujuh jenis formasi antara lain logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, logo HUT Ke-74 RI dengan tema SDM Unggul Indonesia Maju, serta formasi dari sketsa Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1 UMM.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, flashmob UMM selalu digagas oleh salah seorang dosen UMM yaitu Jamroji M.Comms. Ia setidaknya sudah lima kali  merancang ide flashmob dan selalu menjadi viral di media sosial.
“Ekspektasi masyarakat semakin lama semakin tinggi, semakin bagus dan semakin rumit, oleh sebab itu UMM ingin menjadi trendsetter bagi kampus lain dan selalu mencoba menampilkan hal-hal berbeda setiap tahunnya,” tandas pria yang juga sebagai inisiator Kampung Warna-Warni Jodipan ini.
Selain itu, secara khusus flashmob Pesmaba UMM tersebut dipersembahkan untuk menyambut perhelatan akbar 5 tahunan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Nantinya muktamar akan dihelat di Kota Solo pada 1 hingga 5 Juli tahun 2020 mendatang. Ini menjadi trendsetter pertama yang  membuat formasi logo Muktamar Muhammadiyah ke-48, disusul dengan ucapan ulang tahun ke 74 Republik Indonesia.
Menurut Jamroji, waktu persiapan untuk melakukan flashmob tersebut dilakukan hanya seminggu. Flashmob biasanya monoton dengan hanya berpatok dengan komando perintah. Namun flashmob tahun ini memiliki komando yang berbeda dan mampu mengharmonisasikan 7.611 mahasiswa baru UMM.
Sementara itu, setidaknya 7.611 mahasiswa baru (maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga mendapat bekal pemantapan jiwa nasionalisme langsung oleh Komandan Lanud (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat. Menurutnya, sudah semestinya para maba sebagai generasi milenial mendapat pengetahuan mendalam terkait dengan sikap cinta tanah air dan bela negara.
"Para maba sebagai pemuda Indonesia harus meningkatkan sikap cinta pada tanah air, salah satunya melalui kegiatan bela negara. Itu penting dimiliki oleh para pemuda yang ada di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," urai Hesly Paat usai menjadi inspektur Upacara pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) UMM di Helipad UMM, Senin (2/8).
Terpisah, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd menyampaikan bahwa Danlanud Abdulrachman Saleh sengaja dihadirkan untuk makin menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan maba sebagai generasi milenial. Mereka dinilai sangat membutuhkan pembekalan semacam ini, karena merupakan bagian dari generasi 'native digital' yang rawan akan pengikisan karakter.
"Mereka ini generasi milenial, tentu saja mindset mereka harus dikembangkan untuk mempersiapkan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Dan itu menjadi tanggung jawab kami," tandas Fauzan kepada awak media.
Para peserta Pesmaba kali ini juga akan dibekali sejumlah wawasan untuk membentuk sikap mereka dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Meskipun mereka akan hidup pada era yang semuanya didukung oleh teknologi, namun karakter kepribadian berkebangsaan wajib dimiliki oleh setiap pribadi mereka.
"Inilah orientasi yang akan kita ciptakan, mereka adalah generasi milenial yang akan hidup di era teknologi. Namun tak boleh mereka sampai kehilangan semangat nasionalisme atau karakter penting lainnya," imbuhnya.
Selain itu, sebagai perwujudan sikap nasionalisme sebagai bangsa Indonesia, UMM sejauh ini dikenal sebagai perguruan tinggi yang telah melakukan beragam upaya. Salah satunya adalah dengan gelaran festival kebangsaan yang digelar secara rutin. Dalam pelaksanaannya selalu melibatkan mahasiswa UMM yang terdiri dari beragam etnis, budaya, agama dan bangsa.
"Kita sudah melakukan itu lama sekali, di UMM ada tradisi yang disebut festival kebangsaan, menyatukan berbagai etnis agama dan lain sebagainya yang bertanggung jawab terhadap keutuhan bangsa," ujarnya.
Menurut rektor, sebanyak 7.611 mahasiswa baru UMM kali ini telah dipersiapkan untuk mengikuti berbagai program strategis. Ini penting untuk mengembangkan berbagai kemampuan mereka selama menempuh studi. Baik itu bidang akademik maupun non akademik dan juga dalam level nasional maupun internasional.
"Itu sudah dari dulu, seperti tahun-tahun sebelumnya, program kerjasama dengan luar negeri seperti mengirim mahasiswa ke luar negeri menjadi bagian dari cara kami untuk membekali mahasiswa agar mereka memiliki wawasan global," pungkasnya.
Di antara 7.611 mahasiswa  UMM yang berasal dari seluruh kawasan Indonesia, juga terdapat 93 mahasiswa asing dari 25 negara di seluruh dunia. Para mahasiswa asing tersebut menempuh studi di UMM melalui berbagai program. Mulai dari beasiswa langsung dari UMM, beasiswa dari pemerintah Indonesia, hingga beasiswa dari negara mereka masing-masing.
Salah satu mahasiswa asing tersebut adalah  Abdul Rakhi dari Afghanistan yang memilih jurusan Manajemen di Fakultas Ekonomi UMM. Abdul menempuh studi di UMM berkat beasiswa dari pemerintah Indonesia. "Di negara saya juga ada studi ekonomi, tapi masih belum sebagus di UMM. Makanya saya memilih belajar di Muhammadiyah yang menurut saya memang bagus," ujarnya.(mg3/ary)

Editor : bagus
Penulis : agiem