76 PDP di Kota Malang

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


76 PDP di Kota Malang

Jumat, 22 Mei 2020, Dibaca : 1386 Kali

MALANG - Sejak masa PSBB diberlakukan ODR Kota Malang bertambah 43 orang. Kini total ODR Kota Malang sebanyak  2.034 orang. Begitu pula dengan angka OTG yang sejak PSBB diberlakukan hingga kamis (21/5/2020) bertambah 16 orang, sehingga jumlahnya 299 orang.

Baca juga : PSBB di Kabupaten Malang, Warga Keluyuran saat Jam Malam


ODP yang masih dipantau jumlahnya sempat mengalami penurunan di hari pertama hingga keempat PSBB diberlakukan. Akan tetapi , kasus ODP yang masih dalam pemantauan bertambah sebanyak empat orang. Sekarang ODP yang masih dalam pemantauan berjumlah 89 orang.
PDP pun bertambah dalam masa pemberlakuan PSBB. PDP Kota Malang masih berada dalam masa perawatan mulai bertambah di hari ketiga penerapan PSBB. Pada 19 Mei 2020, PDP yang dirawat bertambah empat orang, berkurang lima orang pada  20 Mei 2020, akan tetapi pada 21 Mei 2020 bertambah lagi sebanyak lima  orang. Total PDP yang masih dirawat kini berjumlah 76 orang.

   Baca juga : Polisi: Masih Banyak yang Melanggar


Sementara itu di hari ketiga dan keempat penerapan PSBB di Kota Malang tidak ada tambahan angka kasus pasien positif Covid-19. Namun  Kamis (21/5) angka positif Covid-19 di Kota Malang melonjak signifikan. Yakni bertambah tiga orang.
Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menjelaskan tambahan tiga pasien positif Covid-19 Kota Malang berasal dari kalangan tenaga kesehatan (Nakes) dan juga warga biasa.
“Satu orang nakes usianya 33 tahun sudah dirawat intensif di rumah sakit. Dua orang adalah warga biasa. Satu warga berusia 52 tahun, laki-laki, dia memiliki riwayat perjalanan dari Surabaya. Satu orang lagi juga laki-laki usianya 67 tahun riwayat dan tracing belum diketahui hasilnya,” papar pria yang akrab disapa Wiwid ini.


Dijelaskannya, tiga tambahan pasien positif Covid-19 ini merupakan pasien yang baru dirawat di rumah sakit. Tetapi tidak diketahui jelas kapan  pasien ini masuk dan dirawat di rumah sakit. Meski begitu jika melihat angka ODR, OTG hingga PDP pun juga tidak begitu baik.
Menanggapi ini, Wiwid mengatakan upaya memutus mata rantai Covid-19 akan berhasil maksimal jika ada kemauan dan kedisplinan. “Mari kita belajar atas penambahan positif hari ini  yang pertama kembali nakes kita tumbang, ini memberi pesan betapa beban berat dari waktu ke waktu yang dialami nakes. Bila angka terus bertambah (positif maupun PDP) maka tingkat resistensi dan rentan nakes juga semakin tinggi,” tegasnya.
Berikutnya, lanjut Wiwid penambahan pasien positif juga terlacak berasal dari riwayat perjalanan ke daerah zona merah. Ini artinya masih saja ada yang abai akan pesan dan imbauan untuk tidak bepergian baik sebelum atau sesudah PSBB diberlakukan.


Sementara itu, satu pasien positif lainnya belum terlacak riwayat tertularnya darimana. Akan tetapi pasien ini masuk kategori OTG.
“Artinya, potensi penyebaran dari kelompok OTG juga patut diwaspadai. Dimana ada kerumunan bisa membawa potensi penyebaran. Maka saya ajak memasuki PSBB hari ke-6 mari kita disiplin, jalankan aturan seperti physical distancing dan gunakan masker, serta tidak perlu keluar rumah kalau tidak perlu,” imbaunya.

 

Kota Batu Waspada ODR
Wawali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, jumlah pasien berstatus ODR, OTG, ODP, PDP selama pelaksanaan PSBB cenderung menurun. Pertambahan per hari rata-rata satu sampai tiga kasus. Sebelum PSBB rata-rata kasus dua sampai lima orang per hari.


Kecuali ODR yang penambahan sangat signifikan akibat hasil tracing dari pasien positif atau yang pernah kontak dengan keluarga pasien.
"Sedangkan adanya tambahan dua positif hari ini karena pasien sehari-hari bekerja sebagai pedagang sayur antar kota dan pengepul besar. Biasanya kulakan ke pasar Pujon dan Karangploso untuk dikirim ke Banyuwangi. Serta satu lagi merupakan pedagang di Pasar Batu," beber Punjul.
Jubir Covid-19 Kota Batu, M. Chori menambahkan,  tambahan konfirmasi Covid-19 sebanyak dua orang.  (ira/ica/eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi