7 Hari Lagi Kontrak Ramayana Habis, Kejaksaan Pulbaket Kontrak AAM | Malang Post

Jumat, 15 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 08 Nov 2019, dibaca : 1548 , bagus, amanda

MALANG - Belum ada jawaban atas persoalan habisnya kontrak Ramayana di Alun-Alun Mall (AAM) Kota Malang. Tanggal 15 November 2019, kontrak tersebut berakhir, namun  keberadaan pengelola AAM, PT. Sadean Intra Mitra Corporation (SIMC) masih belum ditemukan. Kejaksaaan Negeri Malang sendiri sudah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) kontrak AAM.
Atas perkara itu, sudah digelar hearing antara Komisi B DPRD Kota Malang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bagian Hukum Pemkot Malang dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Pemkot Malang juga telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang.
"Memang, saat ini kejaksaan sedang melakukan Pulbaket, perihal kerjasama pemanfaatan aset Pemkot Malang dengan pihak swasta tersebut," ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Ujang Supriadi ketika dikonfirmasi Malang Post, Jumat (8/11).

   Baca juga :

PT CGA Pailit, Aset Pemkot Tak Aman

PT CGI Pailit, Pedagang Pasar Dinoyo Resah


Pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap PT. SIMC untuk menyelesaikan perkara itu. "Namun, sampai sekarang belum hadir," lanjut dia.
Bahkan, penyidik Kejari Kota Malang pun telah mendatangi alamat PT SIMC di Jakarta. Namun, tidak ditemukan.
“Kami datangi apakah ada perwakilan di lokasinya (Ramayana), tidak ada. Kami cari alamat di Jakarta juga tidak ada,” ujar dia.
Untuk itu, sampai saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. "Masih terus kami lakukan penyelidikan," kata dia.
Terpisah, Kepala Kejari Kota Malang, Andi Darmawangsa masih belum bisa memberikan komentar lebih jauh. "Saya masih belum ada data. Nanti dulu ya," kata dia yang baru menjabat sejak 6 November 2019 ini.
Meski demikian, jika memang Pemkot Malang hendak melaporkan kasus tersebut kepada kejaksaan, pihaknya siap membantu. "Akan kami dalami laporannya dengan membuat telaahan. Bila terdapat bukti awal ada perbuatan melawan hukum, maka akan kami tindaklanjuti dengan pengumpulan data dan keterangan," tandas dia.(tea/ary)



Loading...