6 Fraksi Terbentuk, Pimpinan Definitif 4 September | Malang Post

Sabtu, 14 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 509 , Muhaimin, Sisca

MALANG - DPRD Kota Malang periode 2019 – 2024 yang baru dilantik, sudah menentukan pembagian fraksi  di DPRD Kota Malang. Enam fraksi sudah terbentuk. Partai yang memenuhi syarat membentuk satu fraksi, langsung membentuk fraksi sendiri. Anggota partai yang tidak bisa membentuk satu fraksi bergabung dengan partai lainnya.
Empat fraksi tetap dan dua fraksi gabungan partai politik. Ketua DPRD Kota Malang sementara I Made Riandiana K menjelaskan, empat fraksi antara lain, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi PKB, Fraksi PKS, dan Fraksi Gerindra. Dua fraksi gabungan yakni, Fraksi Demokrat-PAN-Perindo, dan  Fraksi Golkar-PSI-Nasdem.
“Kami sudah menentukan ada 6 fraksi yang terbentuk. Untuk penetapannya kami masih akan berkirim surat pada tiap-tiap Parpol. Kami minta tiap Parpol mengirim surat keputusan penetapan fraksinya paling lambat 29 Agustus,” jelas Made kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, Sekwan juga akan mengirimkan surat pada empat parpol yang memiliki kursi pimpinan dewan untuk mengirimkan  surat keputusan penunjukan ketua dan wakil ketua definitif. Karena berkaitan dengan agenda-agenda yang harus dikerjakan berikutnya, yakni pembentukan alat kelengkapan dewan. AKD dapat dibentuk oleh 4 orang pimpinan dewan definitif. “Kami batasi, maksimal tanggal 4 September sudah diterima Sekwan suratnya. Setelah itulah baru kita bisa membentuk kelengkapan dewan,” terang Made.
Sementara itu, hari pertama kerja anggota  DPRD Kota Malang diwarnai dengan aksi demonstrasi mahasiswa. Mereka langsung menemui perwakilan massa aksi demo yang melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang.
Ketua DPRD Kota Malang sementara I Made Riandiana K mengatakan, hal ini menjadi salah satu pembuka kerja mereka, menampung aspirasi masa aksi merupakan salah satu bagian kerja.
“Ya jadi kami tadi langsung temui, kami minta pewakilan mereka untuk menyampaikan aspirasinya,” tegas Made.
Dijelaskan pula, anggota dewan diminta memberikan komitmen dan pernyataan resmi berkaitan dengan tuntutan massa demonstrasi ini. Yakni pernyataan berkaitan dengan rasisme di Kota Malang. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, ia bersama anggota dewan lainnya tentu memiliki komitmen menjaga kesatuan NKRI. Rasisme akan menjadi sebuah permasalahan yang akan diantisipasi dan dibasmi dari Kota Malang.
“Ya tidak apa-apa ini rumah rakyat siapapun yang punya suara dan aspirasi akan diterima. Kami juga akan berusaha memfasilitasi aspirasi ini,” pungkas made. (ica/aim)



Loading...