50 Siswa Sudah Baligh, SD Anak Saleh Gelar Syukuran | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 30 Sep 2019, dibaca : 423 , rosida, imam

MALANG - SD Anak Saleh memberikan penghargaan kepada puluhan siswanya yang saat ini sudah memasuki usia taklif.  Program ini digelar pertama kalinya oleh SD Anak Saleh, sebagai penghormatan dan penghargaan kepada siswa yang usianya telah menginjak akil baligh.
Akhir pekan lalu, guru SD Anak Saleh bersama orang tua menggelar tasyakuran taklif untuk anak-anak mereka yang kini telah menjadi mukallaf. Sebanyak 50 siswa dan siswi yang saat ini telah menginjak taklif dikirab dengan iringan salawat nabi.
Ketua Panitia Achmad Efendi,  S.Hum., mengatakan program taklif merupakan momentum untuk menjelaskan pada anak bahwa tanggung jawab serta beban kewajiban mereka sebagai umat Islam dalam menjalankan syariat telah diberlakukan.
Melalui kegiatan tersebut guru dan orang tua mengingatkan bahwa siswa yang masuk usia taklif telah naik satu level yang lebih tinggi.
"Tujuan kami  ingin memberikan satu kemuliaan pada anak-anak dan mengingatkan mereka bahwa pada hari ini mereka masuk usia akil baligh," ucapnya.
Itu artinya, lanjut dia, siswa yang sudah taklif atau disebut mukallaf, mendapat amanah yang luar biasa dari Allah untuk menjalankan perintah agama.
Ketika anak telah menjadi mukallaf maka hukum Islam telah berlaku bagi mereka.
"Kami tidak ingin seperti zaman dulu yang tidak tahu kapan baligh, maka dengan kami mengingatkan mulai saat ini mereka harus bisa menjalankan perintah agama dengan sebaik-baiknya," terang Efendi.
Waka Kurikulum SD anak Saleh, Andreas Setiyono, S.Kom, menambahkan, masukkan usia taklif pada anak perlu disyukuri. Sebab menurut dia, tidak semua anak dapat mencapai kematangan fisik dan psikologi.
"Maka ini menjadi nikmat dari Allah untuk kita, mudah-mudahan mereka (siswa) menjadi anak-anak yang soleh dan solehah dalam semua dimensi. Terutama dalam ketaatan kepada Allah," ungkapnya.
Anak yang sudah mukallaf, maka bagi mereka telah berlalu hukum syariat. Bagi mereka yang mampu menjalankan amanah agama dengan baik, maka akan menjadi penyejuk mata hari orang tua.

Maka dari itu, lanjut Andre, tasyakuran dapat diartikan sebagai doa guru dan orang tua. "Harapan kami anak-anak menjadi penyejuk mata hati, cerdas lahir dan batinnya, berbakti pada orang tua, dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa," tandasnya.
Ia juga mengungkapkan alasan digelarnya tasyakuran taklif di Bulan Muharram. Yakni agar menjadi momentum hijrah bagi siswa yang telah mukallaf untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sementara itu, Direktur Yayasan Anak Saleh, Ar-Raisul Karama Arifin, S. P.Si. mengungkapkan setelah memasuki usia akil baligh, siswa perlu diajarkan tentang materi seksual sesuai dengan kadar berpikir mereka. Meskipun itu tidak mudah namun guru dan orang tua punya kewajiban untuk mengajarkan hal tersebut. "Karena itu merupakan bagian dari pembelajaran. Saat usia sudah baligh, perlu dijelaskan materi tersebut sesuai kadar kemampuannya, agar anak-anak tidak berlaku menyimpang," kata dia. (imm/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...