33 Ribu Warga Malaysia Minta Suaka di Australia | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 03 Sep 2019, dibaca : 1734 , MP, net

KUALA LUMPUR -  Duta Besar Australia untuk Malaysia Andrew Goledzinowski menyambut baik pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia yang mengakui kekhawatiran Canberra tentang tingginya jumlah warga Malaysia yang mengajukan suaka di Australia.
Dalam wawancara dengan The Malaysia Reserve minggu lalu, Duta besar yang dalam istilah untuk negara Persemakmuran adalah Komisaris Tinggi Australia untuk Malaysia Goledzinowski mengatakan 33 ribu warga Malaysia mengajukan suaka di Australia dalam beberapa tahun terakhir. Namun sebagian besar dari mereka dianggap bukan pengungsi sebenarnya.
"Banyak diantara mereka telah melebihi masa tinggal mereka di Australia (overstay) kemudian mengajukan permohonan status pengungsi.  Saat ini, kami memiliki 33.000 warga Malaysia - bukan warga Suriah, bukan Rohingya - yang telah mengajukan permintaan sebagai pengungsi di Australia," kata Goledzinowski.
"Mereka melakukannya karena mereka tahu bahwa Australia adalah negara yang murah hati."
"Kami menganggap serius urusan pengungsi dan mereka berusaha menunda waktu untuk dipindahkan (dari Australia)," tambahnya.
Lebih dari 10 ribu warga negara Malaysia diperkirakan berada di Australia secara tidak sah - jumlah yang jauh lebih tinggi daripada warga dari penduduk negara lain.
"Pemerintah tidak mentolerir mereka yang mencoba mengambil keuntungan dari sistem visa kami," kata juru bicara Pasukan Penjaga Perbatasan Australia (Australian Border Force) kepada ABC.
Seperti halnya warga Kanada, Jepang, Singapura dan AS, warga Malaysia boleh mengajukan permintaan visa ke Australia lewat sistem elektronik yang dikenal dengan nama Otoritas Perjalanan Elektronik (ETA).
Sistem ETA memungkinkan orang asing untuk mengajukan permohonan perjalanan jangka pendek ke Australia untuk tujuan pariwisata atau bisnis secara online hanya dengan membayar $ 20, tanpa harus hadir langsung ke kedutaan atau komisi tinggi.
"Dari informasi yang kami miliki, banyaknya jumlah warga Malaysia yang (mengajukan suaka) adalah karena faktanya bahwa warga Malaysia telah mengambil keuntungan dari undang-undang imigrasi Australia untuk memungkinkan mereka tinggal lebih lama dengan cara yang melanggar hukum," kata pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia.
"Tindakan mereka telah mempersulit warga Malaysia yang memiliki niat baik untuk belajar, melancong, dan tinggal di Australia."
Demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia menyusul pernyataan dari Goledzinowski.
Dan menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia tersebut, Goledzinowski mengunggah cuitan di akun Twitternya pada hari Minggu (1/9/2019) bahwa ia menghargai "pernyataan kuat" dari Malaysia.
"Mengelola (pergerakan) orang-orang (Australia dan Malaysia) yang aman dan teratur adalah demi kepentingan kedua negara," katanya.
Menurut James Chin, direktur Asia Institute Tasmania, banyak warga Malaysia di Australia, Inggris, dan Korea Selatan kemungkinan memperpanjang masa berlakunya visa mereka karena mereka telah memiliki pendapatan memadai di Australia.
"Selama bertahun-tahun sekarang sudah ada pendapat umum bahwa di Australia Anda dapat menghasilkan banyak uang dengan hanya bekerja memetik buah," katanya kepada ABC. (dtc/aim)



Loading...