20 Tahun Ngurusi Bola | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 08 Sep 2019, dibaca : 1065 , Parijon, stenly

MALANG - Jangan sepelekan kesukaan kita di masa kecil. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi 'kesibukan'di masa yang akan datang. General Manager Arema Ruddy Widodo, mengalaminya. Suka sepak bola saat masih anak-anak, ternyata dia akhirnya sibuk menjadi pengurus bola sebagai pekerjaannya.
Ruddy Widodo tidak hanya satu masa menjadi pengurus Tim Singo Edan. Sebelum namanya dikenal sebagai orang yang sibuk menjadi pimpinan manajemen Arema, setelah CEO, dia juga sudah menjadi pengurus Arema sekitar 20 tahun lalu.
Tahun 1997 hingga 2002, dirinya kali pertama mengabdikan diri sebagai pengurus Arema. Ya, kala itu menurutnya, menjadi pengurus Arema berbeda dengan sekarang. Pengurus harus siap menghidupi bola alias merugi. Dana pribadi tak jarang mesti direlakan untuk klub yang diurusnya.
"Jadi saya dua masa ada di Arema. Pertama itu tahun 1997/1998 sampai 2001/2002. Saat itu saya jadi Ketua Panpel dan bendahara," ujarnya.
Ruddy dipercaya untuk membantu mengurusi tim Singo Edan oleh Iwan Budianto, mantan CEO Arema yang sekarang merupakan salah satu pemilik tim tersebut. Kedekatannya dengan IB membuatnya tak bisa mengelak.
"Jadi saya kenal Mas Iwan itu dari mertuanya. Dia dulu klien saya saat mengurusi travel dan wisata," ungkap dia.
Berawal dari sana, ia mengenal IB. Ia sering menyaksikan pertandingan bareng di Stadion Gajayana. Padahal, sebelumnya meski dia suka melihat sepak bola, dia tidak nyaman untuk melihat pertandingan di VIP.
"Dulu di VIP itu tenang. Yang teriak-teriak cuma saya, Mas Iwan dan satu teman lagi. Tiga orang. Saya sebenarnya suka melihat di tribun skor, sama seperti ketika awal saya melihat Arema," terangnya.
Ia mulai melihat Arema, ketika sudah berkuliah di Malang. Dia tertarik melihat pertandingan tim Arema, yang merupakan rival klub Surabaya, yang sebelumnya merupakan tempat dia bersekolah.
"Saya SMA di Surabaya. Lalu kuliah di Malang dan mulai tertarik melihat Arema," sebut pria hobi travelling tersebut.
Sejak di Malang, dia pun dekat dengan Arema. "Disadari atau tidak, dulu ternyata waktu SD saya itu selalu minta buku tulis saya bergambar pemain atau klub sepak bola," beber Ruddy.
Padahal, ketika sekolah atau kuliah, dia yang suka bermain sepak bola selama di Madiun, sudah memiliki kesibukan berbisnis. Mulai dari berjualan majalah dan koran untuk teman SMA-nya, lalu menjadi makelar pembelian barang elektronik, hingga memiliki usaha travel sembari dirinya kuliah.
Jiwa bisnisnya berlanjut saat pindah ke Malang. Kuliahnya bahkan harus 'mengalah' karena dia asyik berbisnis travel wisata. Apalagi, ketika dirinya sempat ke Bali, melihat adanya kegiatan promosi wisata.
"Saya pikir enak juga waktu itu. Instansi pemerintahan pun menggunakan jasa saya," imbuh pria asal Madiun itu.
Saat usahanya kian besar, dia menerima tawaran Arema. Lalu, saat dirinya sempat mundur, lantas mendapatkan tawaran kembali ke Arema di tahun 2019, dia juga masih menjalankan bisnis tersebut.
"Periode kedua sejak 2011. Lalu saya lepas sejak 2013 dan fokus ke Arema," pungkasnya. (ley/jon)



Minggu, 15 Des 2019

Jangkauan Pembeli Lebih Luas

Loading...