10 Tahun Tak Jelas, Pedagang Pasar Blimbing Minta Kepastian | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


10 Tahun Tak Jelas, Pedagang Pasar Blimbing Minta Kepastian

Rabu, 29 Jan 2020,

MALANG – Nasib pembangunan Pasar Blimbing sudah terkatung-katung selama 10 tahun.
Kondisi pasar yang ditempati sebanyak 2 ribu pedagang juga semakin memprihatinkan, kotor, tidak nyaman dan kumuh.  Pedagang meminta sikap tegas Pemkot Malang melalui DPRD Kota Malang terkait pembangunan pasar rakyat itu.
Rabu (29/1), perwakilan pedagang mendatangi Komisi B DPRD Kota Malang. Mereka meminta kejelasan pembangunan Pasar Blimbing. Koordinator Paguyuban Pedagang Pasar Blimbing, Subardi menegaskan, hingga saat ini kondisi pasar semakin tidak kondusif. Jika hujan deras pasar akan kebanjiran. Tidak ada anggaran dari Pemda untuk membantu pemeliharaan pasar selama ini.
“Akhirnya kami selama ini urunan saja. Ini sudah 10 tahun lamanya. Kami minta kejelasan saja. Yang kami tahu komunikasi terus dengan investor tapi tidak ada hasilnya. Yang jelas, kalau putus kerjasama langsung putus kalau lanjut ya lanjut,” tegas Subardi mengeluarkan unek-uneknya di hadapan para wakil rakyat.
Seperti diketahui, pembangunan Pasar Blimbing dikerjasamakan dengan PT Karya Indah Sukses (KIS) sebagai investornya. Tapi selama 10 tahun terjadi perdabatan terkait banyak hal, hingga saat ini tidak kunjung terbangun.
Dikatakan Subardi, jika Pemda masih ingin meneruskan komunikasi dengan investor, perlu diupayakan solusi jangka pendek terkait kondisi pasar.Sambil menunggu penyelesaian masalah kerjasama, disediakan anggaran untuk pemeliharaan pasar. Karena pedagang pasar merasa telah memberikan kontribusi berupa retribusi pasar setiap hari, akan tetapi tidak mendapatkan jasa pemeliharaan.
“Kami tidak ingin bangunan besar dan megah. Kami ingin bisa seperti pasar lain yang sudah direvitalisasi. Yang penting pembeli dan pedagang sama-sama nyaman. Sudah itu saja,” tegasnya.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopinda) Kota Malang Drs Wahyu Setianto MM mengutarakan, Pemda hingga saat ini masih melakukan komunikasi intens dengan investor (PT KIS)
Saat ini investor dan pemda masih mencari solusi tentang desain yang diinginkan seluruh stakeholder yang ada. Karena masih terikat PKS (Perjanjian Kerjasama) yang masih tersisa 20 tahun masanya, Pemda tidak bisa begitu saja melakukan pemutusan kerjasama.
“Kami intens terus mencari solusi. Karena bagaimanapun juga PKS sudah ditandatangani sejak 2010 lalu. Dan memang keputusan kapan pasar akan dibangun dengan desain yang diinginkan belum disepakati,” tegas Wahyu.
Akan tetapi pemda dan investor terus melakukan pertemuan terkait hal ini. Terdapat ketidaksepakatan mengenai desain. Karena direncanakan pasar dibangun hingga 4 lantai dan juga memiliki condotel.
Hal ini masih menjadi perdebatan. Baik investor, pemda juga pedagang. Khususnya pedagang yang menginginkan berjualan di lantai satu. Bukan di lantai 2 hingga 4 seperti yang diinginkan investor dan beberapa hal lainnya.
“Untuk anggaran pemeliharaan memang tidak ada untuk Pasar Blimbing. Tetapi akan kami upayakan di PAK tahun ini. Dan beberapa cara lainnya dengan bantuan anggota dewan,” tegas Wahyu.
Anggota Komisi B DPRDKota Malang, Wiwik Sukesi memberikan saran agar dinas terkait melakukan kajian berkaitan dengan pengalihan atau pergeseran anggaran agar dapat sementara memberikan bantuan pemeliharaan pasar.
"Supaya ada kajian pergeseran anggaran tersebut, agar pembenahan tak menunggu APBD-Perubahan. Syukur-syukur kalau April sudah dilakukan perbaikan," tandas wakil rakyat Dapil Blimbing ini. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...