10 Hari Hilang, Ditemukan Tewas di Lahan Tebu | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 17 Okt 2019, dibaca : 2850 , halim, agung

DIDUGA SAKIT: Petugas ketika mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan di lahan tebu.

MALANG - Sepuluh hari dinyatakan hilang tanpa kabar, Paliyo, 65, ditemukan meninggal dunia Rabu (16/10) sore. Warga Dusun Umbulsari Desa Kaliasri Kecamatan Kalipare ini ditemukan tak bernyawa di lahan tebu Desa Sumboroto Kecamatan Donomulyo.
Dugaannya kematian korban karena sakit. Pasalnya, selama dua tahun ini, korban diketahui memiliki riwayat pikun. Usai dievakuasi jenazah lantas dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
"Kematian korban karena sakit. Hasil visum tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Usai otopsi, jenazah lantas dibawa pulang pihak keluarga," ujar Kapolsek Donomulyo, AKP Gianto.
Adalah Sukram, 61, warga Desa Kaliasri, Kalipare yang kali pertama menemukan. Saksi yang bekerja sebagai buruh tebang ini sedang bekerja menebang tebu di lahan milik Gaguk, Kepala Desa Kaliasri.
Ketika hendak menebang tebu, saksi mencium bau yang sangat menyengat. Curiga dengan sumber bau tersebut, saksi lantas mencarinya. Begitu ketemu, Sukram langsung terkejut.
Pasalnya, sumber bau yang menyengat ternyata mayat manusia yang sudah membusuk. Setelah memastikan bahwa mayat itu adalah korban Paliyo, yang dikabarkan hilang, saksi akhirnya melaporkan penemuan mayat itu ke Gaguk.
Selanjutnya, Gaguk melaporkan penemuan mayat tersebut ke Polsek Donomulyo. Polisi lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP serta evakuasi mayat korban. Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
"Korban meninggalkan rumah tanpa pamit pada 6 Oktober lalu. Pihak keluarga juga sudah melaporkan hilangnya korban ke Polsek Kalipare," jelas Gianto.(agp/lim)



Sabtu, 16 Nov 2019

Buron Rampok Ditembak

Loading...