MalangPost - 1 Juni New Normal, Kota Malang Sudah Punya SOP

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


1 Juni New Normal, Kota Malang Sudah Punya SOP

Rabu, 27 Mei 2020, Dibaca : 19248 Kali

MALANG - Selamat datang New Normal. Gaya hidup Normal Baru di tengah pandemi Covid-19 ini rencananya mulai berlaku 1 Juni mendatang di Kota Malang dan Kota Batu. Sedangkan Pemkab Malang segera membahasnya. Tiga pemda di Malang Raya pun beri sinyal PSBB hanya satu putaran saja.

   Baca juga : Wisata dan Hotel Batu Buka 1 Juni


Di Kota Malang, tatanan hidup baru yang ditandai dengan ketatnya protokol kesehatan dalam semua dimensi kehidupan itu sudah dibuat pedomannya. Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menjelaskan New Normal atau Normal Baru diberlakukan pada 1 Juni 2020. Yakni usai PSBB Malang Raya selesai diberlakukan. Sutiaji meyakini Malang Raya tidak membutuhkan PSBB diperpanjang.
"Setelah ini kita memasuki New Normal Kota Malang, di mana spirit dan roh yang akan kita bangun beradaptasi pada kondisi masa Covid-19,” tegas Sutiaji.

    Baca juga : Pemkab Malang Bahas New Normal Usai PSBB


Pemkot Malang lanjutnya,  sudah menyusun empat langkah kebijakan usai PSBB. Ia menjelaskan kebijakan pertama menyiapkan konsep New Normal Life dengan menyusun detail SOP (Standar Operasional Prosedur) pola hidup sehat dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
Salah satunya seperti mewajibkan sarana prasarana khusus. Seperti di tempat umum, tempat layanan publik, instansi pemerintah dan swasta. Yakni diwajibkan menyediakan tempat cuci tangan, lengkap dengan air mengalir dan sabun.


Kemudian menyediakan alat cek suhu tubuh dan membuat laporan harian. Tidak hanya itu, berkegiatan yang menimbulkan kerumuman masyarakat wajib mengikuti protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, mencuci tangan sebelum masuk dan periksa suhu tubuh. Selain itu
 berjemur minimal 30 menit di pagi hari hingga mandi dan langsung ganti pakaian setelah beraktivitas di luar rumah.
“Penunjang lain yang ditingkatkan adalah sarana prasarana kesehatan. Kami akan menyiapkan RSUD sebagai RS darurat penanganan Covid-19. Juga menyiapkan rumah isolasi untuk PDP ringan yang ada di Jakan Kawi,” paparnya.


Alumnus UIN Malik Ibarahim Malang menambahkan, akan ada pemantauan khusus bagi warga Kota Malang yang tercatat dalam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) BPJS Kesehatan Malang.
Dijelaskannya, acuan data Prolanis menjadi arah pencegahan terjangkitnya Covid-19 kepada warga Kota Malang. Mereka yang memiliki penyakit kronis bawaan bakal dipantau lebih ketat kondisi  kesehatannya di masa New Normal.
“Lalu akan kami susun dan keluarkan kebijakan stimulus ekonomi. Dirumuskan secara detail kebijakan untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat. Khususnya di bidang usaha,” terang Sutiaji.


Untuk mendukung konsep New Normal Kota Malang, Pemkot Malang juga sudah menyusun lima poin strategi percepatan. Pertama, konsep Malang Berbagi (Malber). Merupakan penguatan koordinasi dan kerjasama Pentahelix jajaran pemangku kebijakan Kota Malang selama pandemi Covid-19.
Kedua lanjutnya, Malang Digital Service (Maldis). Konsep ini mendorong layanan berbasis on line dan mengurangi potensi berkumpul secara fisik. Ketiga yakni Malang Herbal (Malherb). Ini merupakan konsep pengembangan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat. Keempat kata Sutiaji, Malang Beli Produk Lokal (Malpro) yang mengembangkan produk herbal sebagai alternatif suplemen kesehatan masyarakat.
“Terakhir Malang Bahagia (Malba). Yakni sebuah kampanye digital gaya hidup sehat dan memfasilitasi program hiburan lokal serta penyediaan layanan psikologi,” pungkas Sutiaji. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina