Singo Edan Kehilangan Sentuhan

 
BANDUNG - Arema FC gagal memenuhi ambisinya untuk bisa mendapatkan poin dalam lawatan ke Persib Bandung. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (13/9) sore, Hamka Hamzah dkk tunduk dari tuan rumah dengan skor 2-0. Gol dari Atep (43') dan Bojan Malisic (63'), tidak bisa dibalas oleh para pemain Singo Edan. Alhasil, tim Arema harus kembali ke Malang dengan tangan hampa. 
Arema sejatinya mencoba tampil menyerang sejak awal demi kemenangan. Pertandingan pun langsung berjalan dengan tempo cukup tinggi. Persib berusaha menggebrak pertahanan Arema. Akan tetapi serangan-serangan itu mampu dibendung oleh pasukan Milan Petrovic sejak di lini tengah. Koordinasi lini tengah tim asal Malang ini lebih baik ketimbang Persib.
Secara umum, permainan Arema juga lebih baik. Mereka mampu melakukan transisi permainan dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya. Hingga akhirnya, Arema sempat mendapat peluang emas pada menit 14. Setelah terjadi kemelut di kotak penalti Persib, Konate mendapat peluang untuk menendang bola le gawang yang sudah ditinggalkan Natshir. Namun si kulit bundar masih bisa dihalau oleh salah satu pemain bertahan Maung Bandung.
Situasi kemudian mulai berubah terutama setelah bek kanan Arema Ricky Ohorella ditarik keluar karena cedera pada pertengahan babak pertama. Penggantinya yakni Agil Munawar beberapa kali jadi sasaran serangan Persib.
Sejumlah serangan Persib mengalir lancar dari sektor sayap kiri. Dari sini juga Persib bisa membuka keunggulannya pada menit 43. Umpan crossing Ghozali Siregar dari kiri tak bisa dihalau sempurna oleh Utam Rusdiana dan bola rebound jatuh ke kaki Atep yang berdiri tak terkawal. Dengan mudah ia bisa menceploskan bola dengan kaki kirinya.
Pada menit kedua perpanjangan waktu,  Persib mendapat peluang emas lagi. Lagi, dari umpan crossing di sisi kiri, Ezechiel sukses menanduk bola ke tiang jauh. Namun bola hanya menerpa tiang gawang dan akhirnya jatuh ke pelukan Utam.
Di babak kedua, Persib memulai pertandingan dengan lebih baik. Mereka mampu mendominasi permainan. Serangan-serangan mereka juga jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya. Namun pemain Arema mulai bisa menetralisir permainan Persib sekitar lima menit berjalan. Tempo pertandingan berjalan sedikit ambat.
Namun, Persib justru bisa mencetak gol pada menit 63. Kali ini Bojan Malisic, yang berdiri tanpa terkawal, sukses menjebol gawang Arema seetelah bola sundulan Jonathan Bauman membentur tiang gawang sebelah kanan.
Arema berusaha bangkit untuk bisa mencetak gol. Akan tetapi usaha mereka tak mendapatkan hasil positif. Serangan-serangan mereka kerap tak menemui sasaran karena dibangun dengan sedikit tergesa-gesa, termasuk peluang emas dari Dedik Setiawan pada menit 90, setelah mendapat umpan crossing matang dari Dendi Santoso. Laga pun berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib. 
Usai pertandingan, Pelatih Arema Milan Petrovic mengakui sedih akan hasil pertandingan. Sebab, timnya memulai laga dengan baik, Arema seakan kehilangan sentuhan setelah kebobolan. 
"Saya bangga dengan bagaimana kami memulai permainan dalam pertandingan ini. Babak pertama kami bermain excellent. Semua terlihat bersama ingin mencetak gol," ungkapnya. 
Namun, Milan mengakui pada babak pertama timnya tidak beruntung. Berani tampil menyerang, nyatanya Arema tidak bisa mencetak gol. "Kami mungkin seharusnya  bisa dapat hasil lebih baik. Di babak kedua, saya tidak tahu mengapa bisa seperti itu. Saya harus analisa. Mungkin kami terlalu bertahan di area pertahanan," terang pelatih berusia 57 tahun itu. 
Dia mengatakan, Arema berpeluang membawa pulang poin jika konsisten seperti babak pertama. Selain itu, Milan mengaku ada yang kurang dari permainan anak asuhnya. Hal tersebut, adalah kemampuan anak asuhnya mencetak gol.
"Kami gagal mencetak gol. Seandainya kami bisa mencetak gol, mungkin hasilnya akan lain. Namun, dalam pertandingan seperti ini, keberuntungan juga memiliki peran besar," tuturnya.
Sementara itu, Persib sangat senang bisa mendapatkan tiga poin. Hal itu ditegaskan Roberto Carlos Mario Gomez, pelatih Persib. Menurut pelatih asal Argentina ini, Maung Bandung bermain sangat bagus.
"Saya pikir kami bermain bagus karena kita menang. Karena ini pertandingan penting bagi kami, kami main di home dan Arema adalah tim bagus," ujar Gomez dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Dia menyampaikan, Persib sempat kesulitan melawan Arema. Waktu libur yang cukup lama, kata Gomez, turut mempengaruhi permainan anak asuhnya di awal pertandingan.Ini terlihat bagaimana Persib kesulitan di awal babak pertama.
"Ini adalah permainan pertama kami setelah libur selama sebulan. Beberapa waktu kami tidak nyaman dengan bola, namun itu normal karena kita tidak melakukan ujitanding karena tidak punya lawan," ujarnya.
Meskipun demikian, Gomez sangat senang karena Bojan Malisic dkk mampu bermain penuh determinasi. "Yang paling penting kami bermain bagus, semua lari, semua bekerja keras dan kami clean sheet itu bagus," katanya.
Kemenangan ini membuat Persib memutus hasil kurang bagus yang didapat lawan Arema. Sebelumnya mereka tak pernah menang dalam lima pertemuan terakhirnya dengan tim Singo Edan.
Kemenangan ini membuat Maung Bandung balik ke puncak klasemen. Sekarang pasukan Roberto Carlos Mario Gomez ini mengoleksi 38 poin dari 21 pertandingan. Sementara Arema terpuruk di posisi 14 dengan raihan 25 poin. (ley/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :