Milo Bedah Kekuatan Persebaya


MALANG – Pelatih Arema FC, Milomir Seslija sudah mulai membedah kekuatan Persebaya Surabaya jelang laga super besar di Stadion Kanjuruhan, Kamis besok. Milo menyebut, kekuatan teknis Bajul Ijo, terletak pada kecepatan para pemainnya dalam melakukan penyerangan ke area pertahanan lawan.
“Mereka tim yang cepat, dan akan memanfaatkan semua ruang untuk menusuk pertahanan,” kata Milo di lapangan UMM, Selasa sore.
Keberadaan pemain cepat seperti Osvaldo Haay, Damian Lizio hingga Irfan Jaya, adalah ancaman bagi semua lawan Persebaya. Apalagi, mereka didukung pemain seperti Manu Dzhalilov dan Otavio Dutra.
Selain itu, sosok Amido Balde, yang menjadi ujung tombak Persebaya, adalah ancaman di kotak penalti. Milo menyebut, Arema harus bisa menghentikan pergerakan para speedster Persebaya apabila ingin mengunci rapat pertahanan Arema. Tugas ini, akan dilaksanakan oleh para pemain tengah dan bek sayap Arema yang bakal sering bersinggungan dengan para pemain cepat Persebaya.
“Mereka tidak boleh diberi ruang untuk bergerak cepat. Kami tahu apa yang harus kami lakukan melawan Persebaya,” ujar Milo.
Arema memiliki rekor pertemuan dua kali sebelum laga Kamis besok. Pertemuan dengan Persebaya, terjadi di dua leg final Piala Presiden 2019, yang dihelat di Surabaya dan Malang.
Dalam dua pertemuan tersebut, Arema berhasil imbang di Surabaya, dan menang di Malang. Milo, secara tegas menyebut bahwa Arema tidak akan memakai dua pertandingan di Piala Presiden sebagai patokan. Karena, setelah Piala Presiden, Persebaya menjalani serangkaian pertandingan di Liga 1 Indonesia.
Milo memakai laga-laga Liga 1 Indonesia untuk menganalisa Persebaya. Meski saat ini kondisi Persebaya tanpa pelatih kepala resmi dan hanya caretaker, Milo menyebut Persebaya tak bisa diremehkan. Menurut Milo, Persebaya akan lebih mengandalkan semangat dan spirit rivalitas, untuk mendongkrak permainan.
“Soalnya, secara teknis, sulit mengubah tim secara cepat, terutama dalam gaya bermain. Sehingga, saat melawan Arema, model permainan mereka tidak akan banyak berubah,” tutup Milo.(fin/jon)