Hanif dan M Rafli Berpeluang Ikut ke Kamboja


MALANG - Waktu Timnas Indonesia U-22 untuk mempersiapkan skuat terbaik sebelum terjun di Piala AFF 2019 semakin menipis. Kurang dari sepekan, Pelatih Indra Sjafri harus mengerucutkan 28 pemain yang ada saat ini. Malahan, tugas bakal semakin bertambah karena mulai Selasa (12/2) ini, Osvaldo Haay sudah kembali bergabung.
Saat ini, skuat Timnas U-22 sebanyak 28 pemain. Sementara, jumlah yang bakal diboyong ke Kamboja sebanyak 23 pemain saja. Artinya, lima pemain bakal masuk daftar coret dan bakal ditambah lagi satu pemain saat Osvaldo Haay kembali dari Spanyol.
"Bukan pekerjaan mudah untuk mengurangi pemain dari 28 menjadi 23. Belum lagi nanti saat Osvaldo sudah bergabung, maka kami harus kurangi lagi satu pemain," ujar Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri.
Ia mengatakan, akan melihat pemainnya sampai laga melawan Madura United di Bangkalan, Selasa (12/2) hari ini. Menurutnya, tiga kali uji coba, yakni melawan Bhayangkara FC, Arema FC dan Madura United adalah bagian atau program mempersiapkan tim. Timnas U-22 diyakini bakal lebih matang menghadapi Piala AFF 2019.
Dalam uji coba melawan Arema, Indra memberikan kesempatan mayoritas pemain yang belum bertanding saat melawan Bhayangkara FC. "Pemain yang belum main, mereka turun dan saya puas melihatnya. Saya tidak punya evaluasi setelah pertandingan tetapi masih banyak yang harus diperbaiki," papar dia.
Tercatat, 23 pemain turun dalam laga melawan Singo Edan. Hanya Awan Setho Raharjo, M. Riyandi, Bagas Adi Nugroho, Beni Oktavianus dan Septian Bagaskara yang tidak mencicipi menit bermain di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan dua pemain Arema, Hanif Sjahbandi dan Muhammad Rafli bermain sebagai pemain pengganti.
Peluang dua pemain tersebut diboyong ke Kamboja sangat besar. Pasalnya, saat melawan Arema, masuk Hanif dan Rafli, membuat lini tengah Timnas U-22 lebih hidup dan menguasai permainan. Bahkan gol Timnas Garuda Muda dicetak oleh Hanif dan Rafli memiliki satu peluang yang digagalkan Kurniawan Kartika Ajie.

Berita Terkait