Didenda Rp 125 Juta


MALANG - Arema FC menuai banyak denda setelah menyelesaikan Babak Penyisihan Grup E Piala Presiden 2019. Tim Singo Edan, mendapatkan tiga surat keputusan sanksi denda dari Komdis, yang mencapai Rp 125 juta.
Sanksi tersebut tertuang dalam SK Komdis Piala Preside nomor 004/PP/SK/KD-PSSI/III-2019, 008/PP/SK/KD-PSSI/III-2019, dan 009/PP/SK/KD-PSSI/III-2019.
Surat bernomor 004 dan 008, ditujukan pada Arema karena pelanggaran disiplin suporter yang berujung sanksi denda sebesar Rp 50 juta dan Rp 75 juta.  Sementara, SK 009 ditujukan kepada Panpel Arema FC, namun masih berupa teguran keras kepada Panpel.
Dalam surat keputusannya, SK 004 pelanggaran disiplin yang dicatat adalah dalam laga Arema FC vs Barito Putera. Terjadi pelanggaran berupa pelemparan botol dan suporter masuk ke lapangan. Atas sanksi tersebut, Arema terkena denda sebesar Rp 50 juta. Sanksi bakal lebih berat atau denda lebih besar jika kejadian serupa terulang.
Hal ini terbukti dengan sanksi bernomor 008, ketika jumlah denda yang diterima Arema naik menjadi Rp 75 juta. Pelanggaran disiplin dilakukan oleh suporter dengan pelemparan botol dan penyalaan flare dalam laga Persela vs Arema FC.
"Untuk sanksi penyalaan flare yang diidentifikasi oleh Komdis dilakukan Aremania. Surat sudah kami terima kemarin," ungkap Media Officer Arema, Sudarmaji.
Ketiga SK tersebut dikirimkan Komdis PSSI tertangkap 13 Maret 2019 dengan ditandatangani oleh Ketua Komdis, Asep Edwin Firdaus.
Sudarmaji pun berharap, agar kejadian tersebut tidak terulang lagi. Manajemen berharap suporter bisa semakin dewasa. Sebab, untuk kesekian kalinya tim Arema harus menerima sanksi karena suporter.
"Mohon dihentikan, sekali lagi dihentikan. Ayo belajar dari sanksi, jangan terulang lagi," papar dia.
Sementara itu Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC mengaku, hal ini akan dijadikan bahan evaluasi sebelum menggelar kompetisi Liga 1.
"Kami telah menjalankan segala sesuatunya sesuai regulasi. Ini akan kami jadikan bahan evaluasi,"  ujar Abdul Haris.
Panpel sendiri mendapatkan teguran keras melalui surat sanksi bernomor 008. Namun, untuk Panpel masih belum berujung sanksi denda.
Mendapatkan denda sebesar Rp 125 juta, seolah membuka ingatan musim lalu ketika ratusan juta rupiah mesti dibayarkan oleh Arema karena denda akibat pelemparan botol, penyalaan flare hingga penonton masuk ke lapangan. (ley/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :