Bantai Persita 6-1, Arema Tunggu Keajaiban Fase Grup

Sebelum laga Arema melawan Persita, satu tiket sudah diraih oleh PS Tira Persikabo dengan poin tujuh yang tidak mungkin dikejar oleh Arema dan tim dari grup D (PSIS atau Kalteng Putra). Milo pun paham akan hitung-hitungan tersebut.
Lantas, dia menyampaikan kepada anak asuhnya, untuk terus berusaha. Yang terpenting Arema menang, hasil lainnya harus diserahkan pada kuasa Tuhan.
"Kami belum tentu lolos, tetapi saya percaya kuasa Tuhan. Setelah ini pun kami berdoa agar laga antara Bali United dan Bhayangkara FC ada yang menang. Atau Persija Jakarta kelelahan saat melawan PSS yang masih punya peluang lolos juga," terangnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu tidak segan berharap PSS dan Persija pun berakhir tidak maksimal bagi keduanya. "Mungkin hasilnya imbang. Saya mau bilang, Piala Presiden tidak menarik tanpa Arema," ujar dia lantas tersenyum.
Arema sendiri masih memiliki peluang lolos. Namun, kini Arema masih menunggu grup B, C dan D menuntaskan laga terakhirnya. Tetapi, peluang Arema menjadi lebih besar pasca pesta gol.
Dengan agregat gol (9-4), Arema surplus lima gol. Sementara, PSIS Semarang dia prediksi kesulitan mengejar margin enam gol karena kini minus satu gol (2-3). Selain itu, bila laga antara Bhayangkara FC melawan Bali United berakhir dengan salah satu pemenang, maka poin salah satu mereka tetap enam dan Arema lebih baik dalam agregat gol.
Dari Grup C, Milo juga berharap, Persija atau Madura United tidak mendapatkan tambahan poin maksimal. Bila salah satu laga mereka berakhir seri, otomatis Arema bisa lolos ke delapan besar.
Sementara itu, Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro memberikan ucapan selamat atas kemenangan Arema. Menurut dia, pertandingan sesuai dengan prediksinya.
"Ini sudah saya prediksi. Arema akan terus menyerang. Kami sebenarnya sudah latihan untuk mengantisipasi serangan mereka," ujar dia
Namun, dia mengatakan adanya perbedaan kelas antara Arema dan Persita. Dan hasil lawan Arema, adalah titik balik persiapan Pendekar Cisadane selanjutnya
"Inilah keadaan tim kami. Apalagi kami belum 100 persen persiapan untuk kompetisi ini," ungkapnya.
Menurut pria asal Cilacap itu, dari segala penjuru Persita kalah kelas. Tetapi, dia menekankan, laga kemarin tujuan utamanya ke Liga 2.
"Dari segala penjuru, Persita kalah segalanya. Tentu sekilas terlihat kordinasi, transisi menyerang dan bertahan, serta fisik kami, masih jauh dari Arema. Kami akan berusaha lebih baik di kompetisi," tambahnya.
Menurut dia, keikutsertaan di Piala Presiden tahun ini tetap bermanfaat, sekalipun Persita menjadi lumbung gol oleh tiga klub lain di Grup E. "Masih ada perubahan nanti jelang kompetisi. Kami ada 2-3 bukan dan mulai fokus ke sana," tandasnya.(ley/ary)

Berita Terkait

Berita Lainnya :