Abdurrochman Siap Genjot Kinerja Wakil Rakyat

MALANG – Kursi jabatan wakil ketua DPRD Kota Malang definitif akhirnya resmi terisi. Setelah hanya diisi pelaksana tugas (Plt), salah satu kursi jabatan wakil ketua DPRD yang sebelumnya diisi H. Zainuddin, AS, Senin (16/7) , digantikan H. Abdurrochman yang diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malang, Wedhayati SH dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kota Malang.
Sidang paripurna istimewa dipimpin Plt Pimpinan DPRD Kota Malang Malang Choeroel Anwar dan dihadiri Plt Wali Kota Malang Sutiaji, kepala OPD hingga lurah se Kota Malang, dan Forkopimda Kota Malang. Usai diambil sumpahnya sebagai wakil ketua DPRD Kota Malang, politisi PKB itu langsung mengambil alih  kursi pimpinan sidang yang sebelumnya diisi Choeroel Anwar. Abdurrochman menerima palu sidang dari Choeroel dan melanjutkan sidang paripurna untuk pelantikan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang. Nirma Chirs Nindya menggantikan posisi Yaqud Ananda Gudban yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon walikota pada Pilkada lalu.
“Kami memang langsung bekerja. Setelah dilantik sebagai wakil ketua DPRD Kota Malang, langsung melantik PAW aggota DPRD Kota Malang. Pelantikan PAW bisa dilakukan bila ada pimpinan DPRD definitif,” kata H. Abdurrochman.
Pengambilan sumpah  Nirma Chirs Nindya dipimpin langsung H. Abdurrochman yang juga baru dilantik kemarin. Usai mengambil sumpah, pimpinan sidang menyematkan pin anggota dewan kepada Nirma. Hanya saja, Abdurrochman sempat bingung saat akan menyematkan pinnya. Akhirnya dipilih untuk disematkan di selendang yang dikenakan Nirma. Setelah pengambilan sumpah selesai, Nirma membetulkan sendiri pinnya.
Meski sempat terlihat nervous dalam memimpin pengambilan sumpah Nirma, Abdurrochman dapat memimpin sidang paripurna dengan baik. Kepada Malang Post, Abdurrochman menegaskan,  dirinya akan langsung melaksanakan tugas pimpinan, karena banyak agenda yang harus segera dilakukan.
 ”Setelah ini ada rapat. Prinsipnya kita akan memanggil ketua komisi dan fraksi, untuk membahas beragam agenda kegiatan ke dewanan.  Kita juga akan membahas Ranperda yang saat ini banyak belum selesai,’’ katanya. 
Tak hanya itu, dia juga akan mendorong partai politik pemilik kursi di DPRD Kota Malang untuk segera mengajukan PAW. Seiring dengan anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka dan ditahan KPK. 
”Kalau surat, yang membuat dan mengajukan ke Parpol adalah Sekwan. Kami hanya mendorong saja,’’ katanya. Dia menambahkan, jika seluruh anggota DPRD lengkap, maka tidak akan ada kendala saat mengadakan beragam pembahasan, baik pembahasan anggaran maupun lainnya. (ira/aim)
 

Berita Lainnya :