Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

BI Malang Luncurkan Program Cinta Rupiah

Malang Post —  Kecintaan masyarakat terhadap mata uang Rupiah masih belum 100 persen. Terbukti, berbagai transaksi uang baik dari pasar tradisional hingga mikro, warga sering menyimpan uang dengan berbagai cara.

Seperti digulung, ditekuk, bahkan hingga sampai tersobek. Untuk itu, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Malang bergerak guna mengajak masyarakat lebih cinta mata uang rupiah melalui program Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Plataran Bromo, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (6/11/2021).
Kepala Unit Implementasi Pengelolaan uang rupiah Kpw BI Malang, Indra Gunawan mengatakan, pihaknya sering menemukan kondisi uang rupiah yang sudah rusak bahkan sobek saat ditukarkan ke bank.

Baca Juga ----------------------------

“Ini membuktikan bahwa kesadaran merawat uang rupiah masih rendah. Di pasal 25 ayat 1 UU nomor 7/2011, setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan, dan atau mengubah rupiah dengan maksud merendahkan rupiah sebagai simbol negara,” ucapnya.

Ia mengajak kepada warga, untuk merawat rupiah dengan cara tidak melipat, meremas, mencoret, membasahi, dan men-straples. Seperti yang terjadi di acara lamaran pernikahan.

“Adanya uang rupiah yang dijadikan sebagai mahar itu pun tidak diperkenankan. Karena itu adalah sudah merusak uang itu sendiri, karena dilipat, dibentuk dan digulung. Seharusnya uang harus dijaga dan dirawat,” tuturnya.

Kini pihaknya, tengah memberikan pemahaman dan edukasi lewat program ini, sebagai langkah baik demi mencegah adanya kasus serupa yang tidak terulang kembali.
“Program edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah ini sangat perlu karena rupiah adalah simbol kedaulatan negara. Jika tidak menghargai rupiah, kita tidak menghargai kedaulatan kita,” lanjutnya.

Dirinya juga menambahkan, masyarakat bisa menukarkan mata uang rupiah jika dalam kondisi rusak, kotor ataupun sobek. Dengan cara bisa dilakukan di Perbankan atau di kantor Bank Indonesia terdekat.

“Kita ada ketentuan dan syaratnya. Minimal lebih dari 2/3 itu boleh diganti. Misalkan uang itu kondisinya masih 50 persen itu tidak boleh diganti. Karena BI yang bisa menentukan boleh atau tidaknya untuk diganti,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post —  Saat Pandemi Covid-19 ini, terdapat tiga peran penting Polri, yaitu Pengawasan, Pencegahan dan Percepatan Vaksinasi. Panic Button On Hand (PBOH) milik...

Malang Raya

Malang Post —  Keberadaan warga lanjut usia (lansia) turut menjadi perhatian Pemkot Malang. Upaya dalam pemenuhan hak-hak hingga fasilitas lansia terus digencarkan guna mewujudkan...

Wisata

Malang Post —  Selalu dikenal dengan misi mengangkat kembali sejarah Indonesia yang terlupakan, Tugu Hotels & Restaurant telah menjadi ikon dunia pariwisata Indonesia di...

Malang Raya

Malang Post – Babinsa Kelurahan Pandanwangi Pelda Slamet dan Serka Suyitno memberangkatkan relawan menuju Semeru. Relawan tersebut berasal dari warga Pandanwangi yang bertugas mengantarkan...

Malang Raya

Malang Post – Lanal Malang menghelat serbuan vaksin di RW 09 Kelurahan Oro Oro Dowo Kecamatan Klojen. Selasa (7/12), tim nakes dari Lanal Malang...

Malang Raya

Malang Post – Selasa 7 Desember 2021, tim vaksinasi di Kota Malang menggelar penyuntikan di kawasan RW 04 Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukun Kota Malang....

News

Malang Post — Sejumlah penambang pasir berhasil menyelamatkan saat lahar dingin mengaliri sungai dekat Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Ada 1 sopir...

Malang Raya

Malang Post — Beberapa waktu lalu, rencana pembangunan cold storage senilai Rp 16 miliar di Kelurahan Dadaprejo, Kota Batu disoal dewan. Kini pembangunan cold storage...