Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

RTH Tersisa 10 Persen, Kota Malang Rawan Bencana Alam

Malang Post — Musim pengalihan, Kota Malang sering dilanda bencana alam yang tidak bisa diprediksikan terjadinya kapan. Seperti banjir yang terjadi beberapa minggu lalu di berbagai ruas jalan hingga lebih dari 1 jam.

Karena itu, jajaran Forkopimda Kota Malang menggelar apel siaga pasukan penanganan bencana alam tahun 2021. Berlangsung di depan Balaikota Malang, melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, PSC 119, Satpol PP, PMI hingga Pemadam Kebakaran.

Baca Juga ----------------------------

Walikota Malang H Sutiaji mengatakan, salah satu yang paling diwaspadai adalah banjir, tanah longsor hingga puting beliung. Sering terjadi saat musim penghujan seperti sekarang ini mulai tiba.

“Sudah 3 tahun ini ancaman bencana hydrometrologi pasti datang, jadi itu susah diprediksi. Kemarin waktu hujan kemudian besoknya tidak hujan gitu. Jadi intentsitas kenaikannya sampai 70 persen, potensinya di November sampek Januari,” ucapnya.

Sam Sutiaji sapaan akrabnya menyebut, potensi ketiga bencana alam di Kota Malang itu sangat besar. Karena wilayahnya langsung berhimpitan dengan dua sungai, yakni Brantas serta Bango.

“Kalau dihitung kisarannya 607 hektar yang berhimpitan dengan sungai dan itu rawan longsor. Sehingga harus diantisipasi dari sekarang,” terangnya kepada reporter City Guide 911 FM.

Ia juga menambahkan, beberapa kawasan rumah yang berdekatan dengan bantaran sungai dan rawan bencana alam tidak bisa diakses oleh BPBD, Dinas Lingkungan Hidup hingga Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan pengerukan dialiran sungai yang dangkal.

“Ini tugas mereka, mau melakukan pengerukan tapi berhimpitan rumah ini masih problem, kita tetap usahakan itu. Mereka juga keliling, hampir setiap hari tidak kurang dari 1 truk angkut sampah. Ini harus dilihat kesadaran masyarakat kalinya sudah sempit sudah dangkal terus buang sampah di sana,” jelasnya.

Mantan Wakil Walikota Malang era 2013-2018 itu menyebut, untuk mengatasi hal itu seperti tahun kemarin. Pompa penyedot akan digunakan untuk antisipasi genangan besar yang bisa saja terjadi.

Sambil melakukan pembangunan sudetan dan irigasi di beberapa titik seperti Sukarno-Hatta, Sumbersari, Klaseman Galunggung hingga Tidar.

“Ada yang beberapa wilayah itu kami lakukan sudetan, karena langganan banjir. Sudah di anggarkan oleh provinsi Rp 124 miliar, tapi kena Covid-19 tahun ini akhirnya refocusing,” lanjutnya.

Dirinya juga menambahkan, saat ini wilayah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang sudah nyaris tidak tampak banyak. Karena beberapa lahannya beralih fungsi menjadi perumahan. Sehingga pihaknya akan memperbaiki regulasi perijinan pembangunan.

“Wilayah-wilayah yang seharusnya tidak ada bangunan malah dibangun. Itu membuat RTH kita perlahan-lahan habis. Dulu itu, RTH publik 20 persen, sekarang tidak sampai 10 persen karena RTH kita dulu berubah jadi perumahan,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Nasional

Malang Post – Tahun 2022 Indonesia menjadi tuan rumah presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Hal ini dipandang oleh para pengamat dan eksekutif menjadi kesempatan...

headline

Malang Post –  Erupsi Gunung Semeru, membawa imbas hujan abu yang terjadi di dua kecamatan yaitu Ampelgading dan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Warga diimbau tetap...

News

Malang Post – Majelis Ulama Indonesia Kota Malang mengukuhkan pengurus tingkat kecamatan di gedung DPRD, Sabtu (4/12). Pengukuhan ini sekaligus terangkai dalam sarasehan bersama...

News

Malang Post – Seorang pria bernama Supardi, 69, warga Jalan JA Suprapto Dalam, Kelurahan Klojen Kota Malang, meninggal tenggelam di sungai Brantas. Petugas menemukan...

Pendidikan

Malang Post — Kerja sama demi kerja sama terus dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Kampus Putih mulai menjalin Kerjasama dengan Universidade Regional...

News

Malang Post – Kos-kosan di Jl Mondoroko Gang 1, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mendadak gempar, Kamis malam. Dari salah satu kamar kos...

Dahlan Iskan

DARI luar kelihatan tenang-tenang saja. Di dalamnya terasa sangat bergemuruh: kapan Muktamar ke-34 NU. Harusnya tahun 2020 lalu. Tapi ada Covid-19. Baca Juga ----------------------------...

News

Malang Post — Seorang mahasiswa Universitas Negeri Malang, Jumat (3/12/2021) siang, ditemukan tidak bernyawa di lantai 3 kamar kosan seputar Sukun. Lehernya terbelit kain di...