Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekobis

Tips Investasi Bagi Pemula: Gunakan Dana yang Tak Terpakai

Chalimatuz Sa'diyah SE MM

Malang Post — Investasi merupakan kegiatan menanamkan modal, untuk mendapat keuntungan yang berlipat di masa depan. Dibanding menyimpan uang secara mandiri atau di bank, investasi jelas mendatangkan keuntungan tersendiri.

Hal itu disampaikan oleh Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chalimatuz Sa’diyah SE MM.

Baca Juga ----------------------------

Menurutnya, menyimpan uang secara mandiri dalam jangka waktu yang panjang akan menurukan nilai uang, karena adanya inflasi. Sementara bunga bank terlalu kecil untuk menyaingi inflasi.

Lebih lanjut ia mengatakan. Dengan melakukan investasi akan sangat membantu seseorang di momen yang tak terduga. Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan.

Pertama, investasi di sektor riil seperti tanah, bangunan, sawah dan emas. Sementara yang kedua adalah, investasi di sektor keuangan seperti saham, obligasi dan reksadana.

“Masing-masing investasi memiliki kelemahan dan kelebihan. Ketika berinvestasi di sektor riil nilainya akan terus bertambah. Namun beberapa instrumen investasi di sektor riil, seperti bangunan dan tanah membutuhkan waktu lama untuk dicairkan,” jelasnya.

“Sementara itu, jika berinvestasi di sektor keuangan, nilai investasinya tidak menentu. Namun investasinya dapat dicairkan sewaktu-waktu,” ujar dosen kelahiran Malang tersebut.

Chacha, sapaan akrabnya, melanjutkan. Sebelum memulai investasi, seseorang harus memisahkan dananya menjadi lima bagian. Seperti: dana kebutuhan bulanan, dana darurat, dana investasi, dana tabugan dan zakat.

Untuk perhitungan dana darurat, biasanya seseorang yang masih lajang dianjurkan untuk mempersiapkan dana darurat tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan.

Sementara untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang dipersiapkan sebanyak enam sampai dua belas kali pengeluaran bulanan.

“Jadi dana yang akan digunakan untuk investasi adalah dana tidak terpakai. Dan, tidak akan digunakan dalam waktu dekat,” ujar Chacha.

Setelah memisahkan dana, para pemula harus menentukan tujuan investasi. Ia menyarankan untuk memulai investasi di sektor keuangan karena biayanya yang lebih terjangkau dibanding sektor riil.

Ada banyak pilihan ketika akan berinvestasi di sektor keuangan, namun investasi yang memiliki resiko paling minim ada di reksadana pasar uang dan obligasi pemerintah.

“Pada reksadana pasar uang, nilai investasi kita akan terus naik meskipun tidak signifikan. Dibanding dengan investasi lain, reksadana pasar uang juga cenderung stabil. Obligasi pemerintah memiliki keunggulan yaitu bunganya berada diatas bunga deposito. Ketentuan obligasi pemerintah juga diatur dalam undang-undang sehingga lebih aman,” kata Chacha.

Jika para pemula ingin mendapat keuntungan lebih bayak, Chacha menyarankan untuk mencoba investasi di saham. Ada beberapa keunggulan yang akan diperoleh investor ketika menginvestasikan uangnya di saham.

Pertama, investor akan mendapatkan dana pertahun dari perusahaan melalui pembagian deviden saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kedua, adalah keuntungan yang didapatkan investor jika menjual sahamnya saat nilai sahamnya mengalami kenaikan dari harga beli (capital gain).

“Meskipun menguntungkan, para pemula biasanya menghindari kerugian yang besar jika berinvestasi pada saham. Ada beberapa cara untuk meminimalisir kerugian. Pertama adalah mempelajari buku keuangan perusahaan dengan baik. Kedua, memperhatikan citra perusahaan di masyarakat. Ketiga, jangan berinvestasi pada perusahaan baru karena belum stabil,” ungkap Chaca. 

Selain memperhatikan ketiga hal tersebut, agar keamanan lebih terjaga Chacha menambahkan bahwa para pemula bisa membeli saham, reksadana, maupun obligasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Strategi lain dalam investasi saham adalah dollar cost averaging, dimana para investor rajin membeli saham meskipun harga sedang turun atau naik perbulannya. Hal ini akan mengurangi kerugian saat investasi saham.

“Pilihan investasi akan sangat bergantung pada tujuan dan kebutuhan seseorang kedepannya. Karena hal tersebut, pelajari dengan seksama sebelum memulai investasi. Jangan beli investasi apapun hanya karena ikut-ikutan. Hindari juga investasi yang menjanjikan kentungan terlalu tinggi agar terhindar dari jebakan investasi bodong,” pungkasnya. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Senin (29/11), tim gabungan mendatangi kawasan RW 05 Kelurahan Mulyorejo Sukun Kota Malang. Di sana, nakes dan Babinsa Mulyorejo mendatangi sekitar...

News

Malang Post – Profesi advokat atau pengacara selayaknya menempuh pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Agar produk hukumnya menjadi kapabel serta mempunyai profesionalitas, integritas dan...

Malang Raya

Malang Post – Camat Donomulyo—Mumuk Hadi Martono, minta Pembina Pramuka inovatif dan kreatif agar ekstrakurikuler Pramuka disukai peserta didik. Sehingga tertanam karakter dengan nilai-nilai...

Olahraga

Malang Post  – Dari gelaran 32 besar Liga 3 Jawatimur yang digelar di stadion Joko Samudro Gresik sore tadi. Tim asal Kabupaten Malang dibawah...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang bersama Korem 083/Bdj dan Kodim 0833 Kota Malang memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Peringatan tersebut terpusat di...

Malang Raya

Malang Post – Sabtu malam (27/11), tim gabungan di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang melaksanakan penegakan PPKM. Tim gabungan ini terdiri dari anggota Polsek Kedungkandang...

News

Malang Post – Berpartisipasi melestarikan lingkungan, Ketua TP PKK Jawa Timur (Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak), Arumi Bachsin melaksanakan tanam pohon di Giripurno.  “Kelestarian...

Malang Raya

Malang Post – Sabtu (27/11), Puskesos menyalurkan bansos berupa beras tersebut kepada 90 KPM di Kelurahan Kasin.Babinsa Kasin, Serda Eka mengabarkan, selain menyalurkan bansos,...