Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

10 Tahun Berdiri Gak Jelas, Papan Reklame di Simpang PDAM Lama Dibongkar

Malang Post —  Selasa (12/10/2021) dinihari, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, melakukan penindakan terhadap bangunan reklame yang diketahui telat membayar pajak pendapatan reklame dan ijin mendirikan bangunan (IMB) sudah habis.

Dengan mengerahkan 2 unit kendaraan berat dan dibantu sebanyak 15 personel, pembongkaran reklame yang berlokasi di simpang PDAM lama, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini berjalan lancar.

Baca Juga ----------------------------

Plt Kepala Satpol PP Kota Malang Dr Handi Priyanto AP Msi mengatakan, reklame ini dibangun di atas rencana revitalisasi gorong-gorong pembangunan proyek Malang Creative Center (MCC) dan ijin mendirikan reklame dari Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sudah habis masa berlakunya.

“Ini ijinnya mati, pemiliknya juga tidak jelas. Sehingga kita rapatkan dan disetujui oleh walikota, dan sekarang kami eksekusi,” ujarnya kepada reporter City Guide 911 FM.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ini menambahkan. Bangunan ini berdiri lebih dari 10 tahun dan tidak jelas pemiliknya siapa. 

“Dinas PTSP sudah menelusuri. Ternyata tidak jelas identitasnya dan kami cek di Bapenda, IMB nya sudah kadaluarsa,” terangnya.

Ia juga mengatakan, jika ingin memasang reklame, harus mengurus ijin dahulu ke Dinas PTSP. Karena terhitung dari survey lokasi, jumlah, ukuran dan sebagainya. Jika sudah, nanti membayar pajak reklame ke Bapenda. 

“Itu berlaku hanya 1 tahun. Kalau ingin perpanjang, prosesnya sama seperti pertama,” lanjutnya.

Dirinya juga menjelaskan, nantinya bakal ada pembongkaran reklame yang masa berlakunya habis maupun IMB terlambat. 

“Ini akan bertahap. Manakala ada yang mati seperti ini akan kami eksekusi sesuai aturan yang ada,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Rahmat Hidayat ST M Ling mengatakan  Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses pembongkaran berjalan lancar.

“Kami sudah koordinasi seperti dari petugas PLN, hingga konstruktor MCC untuk bekerja sama dalam membongkar reklame ini,” ucap dia.

Ia menyebut, beberapa kabel listrik yang dekat dengan papan reklame itu sangat banyak. Guna menghindari adanya korban akibat tersengat aliran listrik, pihaknya terlebih dahulu melepas kabel listrik tersebut.

“Kabelnya banyak yang rumit, sehingga kita padamkan saklarnya dan dipotong. Agar tidak membahayakan anggota kami saat mencopot,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Penyebab tewasnya Eko Tri Manto (34) warga RT 3 RW 2, Dusun Keliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji yang ditemukan tak bernyawa...

Malang Raya

Malang Post —  Hujan deras Senin (25/10/2021) sore di wilayah Sukun tidak hanya disertai angin kencang. Tapi gemuruh petir dan sambaran kilat. Sekali sambar,...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang, TNI-Polri, SAR Kota Malang, dan instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam. Ini dalam rangka penanggulangan...

Malang Raya

Malang Post –  Warna-warni jembatan Kalilanang di Desa Pandanrejo, Kota Batu mendadak muram pada Senin (25/10/2021). Lantaran di bawah jembatan setinggi 19 meter itu...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Malang, H Sutiaji beserta Istri, Hj Widayati Sutiaji memberikan apresiasi senam Dahlan’s Style. Lantaran Senin (25/10/2021) sehari setelah melakukan senam...

Malang Raya

Malang Post — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Malang mengajak masyarakat agar kembali ke koperasi dan menjauhi pinjaman online, karena membahayakan, Sedangkan koperasi adalah soko...

Pendidikan

Malang Post — Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memberikan Pelatihan HACCP untuk Ahli Gizi Rumah Sakit dan Katering....

Malang Raya

Malang Post –  Efek Bocil (Bocah Cilik). Kata itu sangat tepat menggambarkan situasi pariwisata di Kota Batu saat ini. Pasalnya setelah turun level Pemberlakuan Pembatasan...