Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Pembunuhan Jalan Emprit, Ulah Suami ‘Terbuang’ 

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo menunjukkan barang bukti. (Ocky Novianton) 

Malang Post – Upaya Satuan Reskrim Polresta Malang Kota berhasil mengungkap pembunuh di Jalan Emprit, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Pelakunya, tidak lain, suami siri korban yang mengaku tidak diajak pindah rumah. 

Sofyan (50), Selasa (28/9/2021) siang tampak tertunduk dalam rilis pers bersama Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto dan Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo. 

Baca Juga ----------------------------

Sejumlah barang bukti dibeber, diantaranya kaos kuning milik pelaku yang dipakai saat eksekusi, besi palu dan tongkat besi. Tongkat besi itu jadi alat pengelabui, agar kamar mandi seolah-olah menjadi kamar terkunci dari dalam. 

Eksekusi pembunuhan terhadap Ratna Damuri Sebagijo, terjadi pada Jumat (17/9/2021) tengah malam. Persis seperti didengarkan warga tetangga saat terdengar cek cok mulut. Bahkan terdengar suara jeritan korban. 

Sabtu (18/9/2021) pukul 01.00 WIB, keberadaan korban tidak bernyawa baru diketahui Bayu (23), anak korban dan Minggu (19/9/2021) malam, kematian tidak wajar Ratna dilaporkan resmi ke Polresta Malang Kota. Jenazah sempat menjalani visum luar dan otopsi. 

“Saat ada visum luar dan otopsi, ada kesesuaian. Patut diduga, meninggal tidak wajar. Ada kejanggalan. Ada saksi juga mendengar teriakan minta tolong,” ungkap Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto kepada awak media. 

Sehari kemudian, Satuan Reskrim mengamankan Sofyan (50). Sementara waktu ia jadi saksi dan kemudian naik menjadi tersangka usai sejumlah penyelidikan dan pengambilan keterangan saksi-saksi serta olah TKP dibantu Inafis Polda Jatim. 

“Ada pemukulan beberapa kali di kepala korban. Lalu pengakuan ini dicocokkan dengan hasil otopsi,” ungkap Buher–sapaan akrab Kapolresta, Selasa (28/9/2021) siang. 

Hasil keterangan ahli forensik, korban diduga sempat lemas akibat pukulan benda tumpul keras di bagian kepala atas, sisi kanan kiri dan belakang. Ada pendarahan dalam otak. Itulah sebab utama kematian korban. 

Lebih detail, Kompol Tinton Yudha Riambodo SIK menjelaskan bahwa tersangka Sofyan akhirnya mengakui pembunuhan tersebut telah direncanakan. Sofyan juga membeberkan apa pemicu ia nekat menghabisi korban. 

“Karena pelaku merasa sakit hati. Hidup sudah lama tapi tidak dihargai, sebagai suami siri. Merasa melakukan banyak hal bersama tapi ia merasa tidak dihargai. Puncak emosinya, korban akan pindah tapi pelaku tidak diajak,” urai Tinton. 

Menurut Tinton, eksekusi korban sudah direncanakan pelaku sebelum hari H korban tewas atau jauh-jauh hari. Tetapi pelaku berpikir belum ada timing waktu yang tepat. Dan agenda pindah rumah, pelaku merasa mendapat timing pas eksekusi. 

Terkait hubungan, Tinton menyebut korban dan pelaku berhubungan kawin siri secara budhis. Selama 14 tahun, keduanya tinggal. Namun 3-4 tahun telah pisah ranjang dan tetap serumah. Selama hidup bersama, pelaku ini tidak bekerja dimana-mana alias pengangguran total. 

Sadis. Eksekusi pelaku dilakukan dalam kamar mandi. Pelaku memiting leher korban dan memukulkan besi. Luka di bagian kepala itu sempat disebut pelaku gara-gara jatuh di kamar mandi. Padahal, dialah penyebab tengkorak kepala korban remuk dan gegar otak. 

“Korban mengaku berkali-kali memukul kepala korban dan tidak ingat berapa kali. Pelaku memakai besi palu tapi tidak memakai gagangnya. Sembari memiting dari belakang,” papar Tinton.

Saat eksekusi, korban sempat berontak. Berusaha berteriak dan meronta. Upaya Ratna meninggalkan jejak cakaran, di wajah Sofyan, dada dan lebam di lengan tangan Sofyan. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Penyebab tewasnya Eko Tri Manto (34) warga RT 3 RW 2, Dusun Keliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji yang ditemukan tak bernyawa...

Malang Raya

Malang Post —  Hujan deras Senin (25/10/2021) sore di wilayah Sukun tidak hanya disertai angin kencang. Tapi gemuruh petir dan sambaran kilat. Sekali sambar,...

Malang Raya

Malang Post – Pemerintah Kota Malang, TNI-Polri, SAR Kota Malang, dan instansi terkait mengikuti Apel Gelar Pasukan Antisipasi Bencana Alam. Ini dalam rangka penanggulangan...

Malang Raya

Malang Post –  Warna-warni jembatan Kalilanang di Desa Pandanrejo, Kota Batu mendadak muram pada Senin (25/10/2021). Lantaran di bawah jembatan setinggi 19 meter itu...

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Malang, H Sutiaji beserta Istri, Hj Widayati Sutiaji memberikan apresiasi senam Dahlan’s Style. Lantaran Senin (25/10/2021) sehari setelah melakukan senam...

Malang Raya

Malang Post — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Malang mengajak masyarakat agar kembali ke koperasi dan menjauhi pinjaman online, karena membahayakan, Sedangkan koperasi adalah soko...

Pendidikan

Malang Post — Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dosen Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya memberikan Pelatihan HACCP untuk Ahli Gizi Rumah Sakit dan Katering....

Malang Raya

Malang Post –  Efek Bocil (Bocah Cilik). Kata itu sangat tepat menggambarkan situasi pariwisata di Kota Batu saat ini. Pasalnya setelah turun level Pemberlakuan Pembatasan...