Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Malang Corruption Watch Pemkot Malang Langgar Aturan PPKM

Malang Post – Masih menjadi polemik, beredarnya video viral Walikota Malang bersama rombongan mengunjungi Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Kini menjadi sorotan Malang Corruption Watch (MCW) yang menilai, tindakan pejabat Pemkot Malang ini, berpotensi melanggar hukum. Sebab menciderai rasa keadilan warga Kota Malang.

Baca Juga ----------------------------

Mengingat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 (tiga) menerapkan kegiatan yang menggunakan fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) ditutup sementara.

Kepala Divisi Advokasi MCW Adi Ahmad mengatakan. Kegiatan Walikota bersama rombongan dinilai kurang etis.

Mengingat dugaan pelanggaran tersebut justru dilakukan oleh pemerintah sendiri selaku pelaksana dan penanggungjawab atas implementasi kebijakan PPKM. 

“Menurut kami sebagai pejabat publik etika tersebut kurang pantas. Terlebih situasi PPKM seperti ini. Seharusnya menerapkan kebijakan yang bisa dicontoh masyarakat. Bukan melanggar peraturan yang sudah ditetapkan sejak awal,” ujar Adi, saat dikonfirmasi DI’s Way Malang Post, Selasa (21/9/2021).

Sejauh ini pihak Pemerintah Kota Malang belum menanggapi laporan dari Malang Corruption Watch tersebut.

Diketahui, Pantai Kondang Merak merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Malang yang ditutup sementara, selama PPKM Level 3 dan 4 Jawa Bali. Ini diatur dalam Imendagri nomor 39 tahun 2020. 

Maka, ketika walikota beserta rombongannya memaksa masuk, baik bertujuan untuk berwisata ataupun sekedar beristirahat, hal tersebut patut diduga sebagi tindakan sewenang-wenang yang bertentangan dengan hukum.

Menanggapi alasan Walikota Malang yang hanya singgah di Pantai Kondang Merak tersebut. Adi mengungkapkan bahwa alasan yang dilontarkan oleh Walikota Malang tidak masuk akal.

“Kalau mencari sinyal ya seharusnya balik ke arah kota. Bukan bersinggah ke pantai. Alasan tersebut sangat tidak masuk akal. Karena ini konteksnya gowes dan memiliki arah tujuan ke pantai tersebut. Terlebih juga bersama rombongan,” pungkasnya. (Mega Annisa Ni’mais-Januar Triwahyudi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Koramil 0833/ 02 Kedungkandang bersama Muspika menggelar operasi yustisi untuk menegakkan protokol kesehatan covid-19. Ini juga sekaligus melaksanakan PPKM level 2...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona berupaya terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh sebagai imunitas terhadap penyakit dan virus....

Malang Raya

Malang Post — Berbagai macam cara dilakukan Pemkot Batu untuk melakukan percepatan vaksinasi kepada lansia. Terbaru Pemkot Batu bersama Batu Love Garden (Baloga) Jatim Park...

Malang Raya

Malang Post — Semakin melandainya angka kasus positif dan kematian akibat Covid-19, membuat kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Saiful...

Malang Raya

Malang Post — Target pendapatan daerah Kota Batu mengalami penurunan sebesar Rp 99,8 miliar. Penurunan target tersebut terungkap saat pembahasan perubahan APBD 2021. Dengan begitu...

ShowBiz

Malang Post — Grup band rock asal Malang, d’Kross, akan berkolaborasi dengan pedangdut terkenal, Clara Gopa (Duo Semangka).  Ini menjawab rasa penasaran para d’Krosser (fans...

headline

Malang Post — Bianglala di Alun-alun Kota Batu mulai berputar kembali, Jumat (22/10/2021) tepat pukul 13.00 WIB. Setelah mati suri selama tiga bulan karena penerapan...

Malang Raya

Malang Post — Tepat pada Jumat (22/10/2021) adalah Hari Santri Nasional. Pandemi Covid-19 belum usai, tapi peran santri di Indonesia sangat besar untuk memajukan Indonesia....