Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Pusat Belanja Dibuka, Diharapkan Ekonomi Nasional Meningkat

APPBI: Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia berharap PPKM dilonggarkan

Malang Post – Pemerintah kembali memberikan kelongaran bagi pusat perbelanjaan. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Syarat wajib vaksin juga diterapkan bagi pengunjung untuk masuk ke pusat perbelanjaan. Peningkatan kapasitas maksimal pengunjung diharapkan dapat mendukung kebangkitan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, Rabu (18/8/2021) mengatakan. Dalam minggu pertama PPKM Level 4 Jawa Bali, ada sebanyak 138 pusat perbelanjaan yang menerapkan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mall, dengan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga ----------------------------

“Kita bekerja sama dengan APPBI untuk memutuskan. Mall mana saja yang bisa dilakukan uji coba dan kita lakukan pantauan yang cukup ketat,” katanya. 

Oke menyebutkan, uji coba dilakukan di beberapa pusat perbelanjaan di Bandung, Semarang, Bali dan Jakarta. Melalui aplikasi Peduli Lindungi, didapatkan data jumlah orang yang masuk ke dalam mall dan pusat perbelanjaan.

Dari data yang diperoleh maka ada sebanyak 523 ribu orang kategori hijau atau yang telah divaksin dua kali, 491 ribu orang kategori kuning yaitu baru sekali divaksin, dan sisanya adalah masuk kategori merah sehingga tidak dijinkan masuk ke pusat perbelanjaan. 

“Hasil evaluasi kami, pengelola memang cukup ketat menerapkan peraturan tersebut sudah berjalan dengan baik. Kepatuhan pengelola mall juga cukup tinggi,” tegasnya.

Baca Juga ----------------------------

Atas dasar itu, pada minggu kedua ini, pemerintah menambah kembali pusat perbelanjaan yang dilakukan uji coba. Sebanyak 230 pusat perbelanjaan. Memang dari minggu pertama belum terdeteksi adanya kasus penularan. Sehingga pihaknya yakin untuk melakukan uji coba pada minggu kedua.  

Oke menjelaskan bahwa terdapat 3 unsur yang penting dalam penerapan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan/mall. Yaitu kepatuhan pengelola, kedisiplinan pengunjung dalam mematuhi aturan yang berlaku, serta upaya pemerintah untuk memantau dan mengevaluasinya.

“Selain itu, mereka yang sudah divaksinasi resikonya juga lebih kecil, sehingga kita memutuskan melakukan uji coba kedua dengan pengawasan ketat, agar ekonomi bisa berjalan,” tegasnya. 

Oke menekankan, harus berhati-hati jangan sampai ada klaster baru terkait penularan di pusat perbelanjaan/mall, sehingga semua pihak harus disiplin menaati aturan yang berlaku. Diharapkan, roda perekonomian bisa berjalan dengan baik tanpa ada penularan kasus baru. Dengan demikian, prioritas perlindungan kesehatan dan pertumbuhan perekonomian dapat berjalan seimbang.

Baca Juga ----------------------------

Alphonzus Widjaja, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut baik adanya peningkatan uji coba dengan menambah jumlah mall yang akan menerapkannya. Menurutnya, mereka yang masuk ke pusat perbelanjaan dipastikan adalah orang yang sehat. Adanya aplikasi Peduli Lindungi menjadi salah satu upaya untuk mencegah masyarakat yang sakit untuk masuk kedalam pusat perbelanjaan. 

“Jika sebelumnya hanya 25%, maka adanya peningkatan kapasitas maksimal menjadi 50% ini kami sambut baik,” tegasnya. 

Menurutnya, yang lebih penting bukan angka kapasitas yang diberikan, melainkan adanya kelonggaran. Kelonggaran tersebut diyakini akan meringankan beban masyarakat, tidak hanya pengelola dan tenant pusat perbelanjaan, melainkan juga unit-unit usaha kecil yang hidup di sekitarnya. Seperti kos-kosan, warung, ojek, dan sebagainya. 

Pihaknya juga menyambut baik dimasukkannya vaksinasi sebagai protokol tambahan syarat masuk kedalam pusat perbelanjaan, menyusul protokol kesehatan yang ada sebelumnya seperti wajib masker. Hal tersebut menjadikan pusat perbelanjaan semakin sehat dan aman. Dengan demikian, masyarakat juga semakin yakin dan percaya diri untuk datang mengunjungi pusat perbelanjaan. 

“Sampai saat ini pusat perbelanjaan belum pernah menjadi klaster penyebaran, tegasnya. 

Disiplin protokol kesehatan sudah menjadi komitmen dari pengelola pusat perbelanjaan. Ia berharap, kepercayaan masyarakat terus menguat. Bila perekonomian bergerak dalam tren positif, daya beli masyarakat pun kembali stabil dan mendorong perekonomian segera kembali pulih. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post —   Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menggelar Rapat Terbuka bertema Inovasi dan Digitalisasi Agroindustri Meneguhkan Reputasi dan Integritas Membangun Negeri, Dies...

Malang Raya

Malangpost – Rabu (26/1), vaksinasi anak berlangsung di SDN Pandanwangi 03, Blimbing Kota Malang. Babinsa Pandanwangi, Pelda Slamet dan Serka Sunyitno mengawal vaksinasi di...

Malang Raya

Malangpost – Setelah Apel Gelar Pamor Keris pada Senin ( 24/1/2022 ) di halaman Balaikota Malang, tim gabungan Pamor Keris langsung menindaklanjuti dengan mengadakan...

headline

Malang Post –   Polresta Malang Kota kembali menerima tiga aduan baru dari 3 korban pelecehan seksual guru tari di wilayah Klojen. Tiga korban...

Malang Raya

Malang Post —  Bumdes memiliki peran vital menggerakkan perekonomian desa. Pasca ditetapkan menjadi Manajer Unit Pertanian dan Perikanan (UPP) Bumdes Joloarto Kecamatan Turen Kabupaten...

Malang Raya

Malangpost – Babinsa Kidul Dalem, Serda Gunawan bersama Dinas Sosial Kota Malang, bakti sosial di rumah warga Kidul Dalem.Yaitu, kediaman dari Subali, 74, warga...

News

Malang Post –  Lingkungan Umar Maksum RT 01/RW 02, Kedungkandang, Selasa (25/1/2022) siang mendadak geger saat ditemukan mayat di bawah jembatan sungai Amprong. Usai...

Beauty

Malangpost – Setiap wanita tentunya akan memiliki gaya dan jenis pakaian wanita yang tidak sama. Ada yang suka dengan gaya feminim dan ada yang lebih suka...