Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Kadinkes Kota Malang Ajari Jurnalis Cara Pakai Oximeter

COBA: Salah satu jurnalis mencoba cara pemakaian oximeter di Gazebo Balaikota Malang (Foto: Ocky Novianton/Malang Post)

Malang Post – Ada yang menarik setelah rapat evaluasi Pemkot Malang dan Forpimcam Lowokwaru dan Blimbing. Walikota Malang Sutiaji dan peserta rakor mempraktekkan cara menggunakan oximeter. Sumbangan dari Juragan 99 Corps. Sebanyak 500 unit akan dibagikan ke setiap RT/RW di Kota Malang.

Gejala pasien covid, salah satunya yaitu berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh. Tidak semua pasien yang terpapar mengetahui jumlah oksigen di tubuhnya. Padahal oksigen diperlukan bagi setiap sistem dan organ di dalam tubuh untuk bertahan hidup.

Baca Juga ----------------------------

Tanpa oksigen, sel-sel tidak berfungsi. Sehingga menyebabkan kegagalan organ. Bentuk oximeter berukuran kecil. Mudah dibawa kemana-mana. Muat untuk ukuran saku baju. Hanya dibutuhkan baterai kecil untuk menghidupkan mesinnya.

“Ini diisi baterai dulu. Kalau tidak ada baterainya, tidak muncul (hasilnya). Kemudian ditutup,” ujar dr Husnul Muarif, di Gazebo Balaikota Malang, Rabu (28/7/2021).

Ia menjelaskan. Jari pasien dimasukkan ke dalam alat itu. Lalu, tombol on dihidupkan. Tunggu sekitar 30 detik. Saturasi oxigen akan nampak. Normalnya 95 hingga 100 persen.

“Saturasi oksigen diusahakan di atas 95 persen. Jika saturasi di bawah angka itu, berarti saturasi oksigennya kurang. Diindikasikan tanda-tanda covid. Cara pengecekan menggunakan oximeter ini adalah antisipasi mitigasi. Agar segera ditangani,” jelasnya saat ditemui reporter City Guide 911 FM.

Mitigasi disampaikan, agar relawan bisa langsung calling ke rumah sakit rujukan. Karena belum tentu, rumah sakit yang dihubungi memiliki ketersediaan bed. Serta menghindari keterlambatan penanganan ketika tidak diketahui dengan dini.

“Dengan batas dibawah 95 persen ini, diharapkan ada jeda waktu penanganan. Sehingga turunnya tidak cepat,” tambah mantan Direktur RSUD Kota Malang ini.

Jika tidak kontrol, saturasi bisa jadi sudah 40 hingga 30. Sementara menunggu dapat rumah sakit dengan durasi waktu lama. Bisa berakibat fatal. Salah satunya kematian. Oximeter ini akan didistribusikan secepatnya. Nantinya sebagai skrining awal di masing-masing RT.

“Oksimeter ini bantuan dari Juragan 99, Gilang Widya Permana. Insya Allah secepatnya kami sebarkan,” pungkasnya.

Sam Aji sempat mencoba menggunakan oximeter. Kadar oksigen dipengecekan pertama menunjukkan 94 persen. Kurang begitu percaya karena biasanya 97, kemudian dicek kembali menunjukkan hasil 96. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Polres Malang geber percepatan vaksinasi bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Malang. Kali ini vaksinasi 5000 dosis, bagi pelajar dan masyarakat...

headline

Malang Post – Masih menjadi polemik, beredarnya video viral Walikota Malang bersama rombongan mengunjungi Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kini menjadi sorotan Malang...

News

Malang Post – Sang ibu diduga meninggal tidak wajar. Putranya pun lapor ke Polresta Malang Kota. Kematian warga Jl Emprit Kecamatan Sukun, Kota Malang...

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...