Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

1.634 Warga Kota Malang Isoman, Masih Banyak yang Tak Lapor Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif

Malang Post – Kasus kematian terpapar covid-19 di Kota Malang mengalami penurunan. Sementara warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) naik. Diharapkan melapor ke puskesmas demi pemantauan klinis kesembuhan.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menjelaskan. Jumlah kesembuhan menurun, karena data di New All Record (NAR) auto rilisnya terlalu banyak. Sementara update terbaru kasus kematian tidak sebanyak awal Juli 2021.

Baca Juga ----------------------------

“Kalau kematian tercatat 7,8 persen. Sudah turun dari sebelumnya 10,1 persen,” ujar dr Husnul Muarif, di Gazebo Balaikota Malang, Kamis (22/7/2021).

Data dari Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan. Jumlah warga yang menjalani isoman sebanyak 1.634 orang. Data tersebut cenderung fluktuatif. Karena setiap harinya terdapat pasien yang selesai isoman maupun baru memulainya.

“Pasien isoman di Kota Malang, untuk saat ini, masuk dalam catatan terkonfirmasi positif dengan swab PCR. Jumlahnya 1.634 orang. Kalau berdasarkan hasil PCR, data masuk ke NAR (New All Record),” urai dr Husnul Muarif.

Pihaknya menuturkan, mekanisme bagi warga yang melakukan pemeriksaan mandiri dengan hasil positif, baik antigen maupun PCR. Harus memberitahu ke puskesmas. Agar bisa dilakukan pemantauan sehari-hari. Baik daring maupun datang untuk pemantauan klinis dan pemberian obat-obatan. Sehingga perjalanan klinis isoman dapat diketahui.

“Jika diperlukan penanganan, maka dirujuk ke rumah sakit. Sehingga ini bisa mengurangi kasus-kasus yang terlambat dilakukan penanganan,” beber dokter yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang ini.

Terkait data nol (0) dalam rilis Pemkot Malang, dr Husnul mengaku. Data tersebut tidak bisa masuk secara langsung. Sehingga tidak sama dengan kondisi di lapangan. Karena ada delay. Ia menjelaskan, seperti ada warga isolasi mandiri terkonfirmasi positif tetapi tidak melapor.

Kemudian warga tersebut meninggal. Datanya, tidak masuk dalam daftar pasien terkonfirmasi positif. Hal tersebut bisa saja terjadi ditengah-tengah masyarakat, data belum bisa langsung masuk ke NAR.

“Kita tidak bisa merilis yang tidak masuk di data,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post –  Walikota Sutiaji meminta guru ASN meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait jabatan fungsional, secara lebih rinci.    “Saat ini ASN menerapkan merit...

Malang Raya

Malang Post – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator XL Kodim 0833 Cabang IV Brawijaya Ny Tari Ferdian Primadhona memantau vaksinasi untuk pelajar SMP. Tari,...

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

Malang Raya

Malang Post — Kota Batu bakal menjadi sentra pembibitan jeruk purut di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan ekspor jeruk purut yang sangat tinggi. Saat ini...

Malang Raya

Malang Post – Tim tracer Covid-19 Kota Malang menggelar tracing kasus di Jalan Kolonel Sugiono IV, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun Kota Malang. Rabu, 20 Oktober...

headline

Malang Post — Kota Malang sudah masuk PPKM Level II, sesuai Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021. Beberapa kampus mulai mengajukan Perkuliahan/Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Meski...

headline

Malang Post — Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Republik Indonesia (DPP PARI) menggelar silaturahmi antar advokat, Rabu (20/10/2021). Bertempat di RM Javanine, Jl Pahlawan Trip...

Pendidikan

Malang Post — Sejarah baru kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini Program studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM yang mencatatkan tinta...