Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

Kota Malang PPKM Level 4

Walikota Malang, H Sutiaji dan Kapolresta Malang Kota AKBP Bhudi Hermanto setelah menghadiri Rakor Implementasi PPKM Level 4 secara virtual di Balaikota Malang, Rabu (21/7/2021).

Malang Post – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masuk babak baru. Selesai (20/7/2021). Namun, Pemerintah RI melalui Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021 mengeluarkan kebijakan baru.

PPKM disesuaikan kategori tingkatan atau level. Dinamakan PPKM Level 3 dan 4. Kota Malang masuk kategori PPKM Level 4.

Baca Juga ----------------------------

Itu disampaikan Walikota Malang, H Sutiaji setelah menghadiri Rakor Implementasi PPKM Level 4 secara virtual di Balaikota Malang, Rabu (21/7/2021). Ia mengatakan, peraturan PPKM Level 4 masih sama. Hanya saja namanya yang berubah.

“Begini. Untuk peraturan dan apa saja yang dilakukan pemerintah masih sama. Hanya yang berubah Peraturan Imendagri, tanggal dan penerapan serta namanya. Diganti tidak PPKM Darurat. Sekarang PPKM Level 4, 3, 2 dan seterusnya,” ujarnya saat ditemui reporter City Guide FM.

Sam Sutiaji panggilan akrabnya menjelaskan. Secara substansial tidak ada perbedaan antara PPKM Darurat dengan PPKM Level 4.

“Jadi peraturan jam operasional juga sama. Termasuk apa-apa yang harus Pemda lakukan. Jadi tidak ada perubahan. Hanya perubahan nama di inmendagri,” tambahnya.

“Kota Malang masuk PPKM level 4, karena data Bed Occupancy Rate-nya masih mengkhawatirkan. Positif rate covid-nya masih cukup tinggi. Sehingga testingnya akan kami kuatkan. Tadi Kadinkes mengatakan, sebetulnya positif rate-nya Kota Malang itu di bawah angka 2 persen,” terangnya.

Pemkot Malang bersama Forkopimda Kota Malang melakukan beberapa langkah untuk merespons PPKM level 4.

“Tadi saya bersama Kapolresta dan Dandim. Ada juga dari kalangan perguruan tinggi, launching program trauma healing korban covid,” lanjutnya.

Pihaknya juga akan menguatkan PPKM Mikro di tingkat RT/RW. Dengan cara pemantauan mobilitas warga di wilayah tersebut.

“Keluar masuk warga di tingkat RT/RW akan terbatas. Misalnya jam 8 malam sudah tidak boleh keluar. Yang datang dari luar, juga tidak boleh masuk,” tegasnya.

“Literasi dan edukasi masyakarat nanti melalui pihak RT dan RW. Kami berusaha semaksimal mungkin tidak perpanjangan (PPKM) lagi di Kota Malang. Ketika kita semua taat pada itu,” pungkasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Polres Malang geber percepatan vaksinasi bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Malang. Kali ini vaksinasi 5000 dosis, bagi pelajar dan masyarakat...

headline

Malang Post – Masih menjadi polemik, beredarnya video viral Walikota Malang bersama rombongan mengunjungi Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Kini menjadi sorotan Malang...

News

Malang Post – Sang ibu diduga meninggal tidak wajar. Putranya pun lapor ke Polresta Malang Kota. Kematian warga Jl Emprit Kecamatan Sukun, Kota Malang...

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...