Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

PPKM Darurat Dinilai Efektif Tekan Mobilitas Masyarakat

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo

Malang Post —- Pemberlakuan Penbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Malang dinilai sudah berjalan efektif. Saat ini, PPKM Darurat sudah berlangsung 9 hari. Sejak Sabtu 3-20 Juli 2021. 

Disampaikan Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat. Efektifitas PPKM Darurat diilihat dari menurunnya tingkat mobilitas masyarakat. 

Baca Juga ----------------------------

“Secara kasat mata yang bisa menjadi tolak ukur sementara yakni mobilitas,” ujar Wahyu, Senin (12/7/2021).

Dari pantauannya, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) selama PPKM Darurat ini, sudah meningkat. Ini setidaknya bisa mencegah resiko penularan covid. Termasuk varian Delta. 

“Penyebaran virus ini lebih cepat. Upaya-upaya yang dilakukan, mulai terlihat. Terutama dalam mobilitas,” imbuh Wahyu. 

Namun begitu, dirinya masih belum bisa menjelaskan secara detil, apakah efektifitas PPKM Darurat ini berdampak pada penurunan kasus Covid-19. Hanya saja, dirinya beranggapan bahwa perubahan atau penurunan tersebut akan dapat dilihat pada satu hingga dua pekan ke depan. 

“Sementara dampak dari PPKM Darurat ini kan tidak terlihat sekarang bisa jadi pada PPKM selanjutnya. Sudah mulai berkurang, mungkin bisa dirasakan dampak tersebut sepekan atau dua pekan kedepan,” jelas Alumni ITN Malang ini.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, PPKM Mikro yang diterapkan sebelum  PPKM Darurat, juga menunjukan efektifitas. Terutama dalam menstabilkan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR).

“Sebenarnya kemarin-kemarin sudah stagnan ya (kasus Covid-19). PPKM mikro ada efeknya terhadap bed occupation rate (BOR). Jadi saat iu 40 sampai 50 persen, stagnan. Untuk isolasi biasa 19 persen sampai 22 persen,” jelas Arbani.

Dirinya tidak memungkiri, bahwa penerapan PPKM Darurat yang bersamaan dengan merebaknya virus corona varian delta ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dinkes Kabupaten Malang. Tentu dalam menangani Covid-19 yang pergerakannya masih fluktuatif. 

Ia menyebut bahwa virus Corona varian Delta inilah yang menyebabkan tingkat BOR di Kabupaten Malang berangsur meningkat. Bahkan dari informasi yang dihimpun, sudah mendekati 100 persen.

“Namun dengan adanya varian baru yang sifat infeksinya tinggi maka merebaknya juga cepat. Sehingga itulah yang menyebabkan BOR menjadi meningkat tajam,” kata Arbani. 

Saat ini, Dinkes Kesehatan Kabupaten Malang masih terus menunggu kejelasan pengajuan vaksin Covid-19. Arbani menegaskan pihaknya telah berupaya mempercepat percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Malang mengajak masyarakat agar kembali ke koperasi dan menjauhi pinjaman online, karena membahayakan, Sedangkan koperasi adalah soko...

headline

Malang Post – Terbukti sudah, jika pinjol (pinjaman online) apalagi ilegal, bisa bikin stres hingga nekat bunuh diri. Ini akibat tak kuat dikejar-kejar debkolektor...

Pendidikan

Malang Post – Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Paud Dikmas) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, membuat program berbasis pendidikan vokasi Malang Makmur, bagi masyarakat...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang menggelar Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi seluruh personel Polri dan ASN Polres Malang yang beragama Islam, Kamis (21/10/2021) siang...

News

Malang Post — Mobil pikap bermuatan bambu, Kamis (21/10/2021) siang terbakar. Karuan saja ini mengejutkan pemakai dan warga sekitar Jl Malangsuko, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Bupati Malang HM Sanusi berjanji akan menaikan insentif  bagi guru Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) menjadi dua juta rupiah. Direalisasikan tahun...

News

Malang Post — Kepanikan terjadi, Selasa (19/10/2021) malam di sebuah rumah milik Semiati warga RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Sebuah tabung LPG 3...

News

Malang Post — Sehari sudah, tim gabungan SAR Malang Raya mencari keberadaan Paino (56) pemancing yang terhanyut saat sungai Brantas mendadak berarus deras. Selasa (19/10/2021)...